Pemkab Sukabumi Terima Penghargaan Pencapaian Swasembada Pangan Nasional 2025

BUPATI Sukabumi Asep Japar didampingi Forkopimda dan kepala perangkat daerah menghadiri panen raya nasional di Kabupaten Karawang. Foto: Ist

“Hasilnya, harga pupuk bisa kita turunkan hingga 20 persen. Ini sesuatu yang belum pernah terjadi sejak Indonesia merdeka. Harga gabah juga ikut naik sehingga kesejahteraan petani akan meningkat,” kata Mentan.

Menurut Mentan dampak kebijakan tersebut tidak hanya dirasakan di dalam negeri, tetapi juga berpengaruh secara global. Harga pangan dunia tercatat turun dari sekitar 650 dolar AS menjadi 340 dolar AS per ton atau turun sekitar 44 persen. Keberhasilan lainnya Indonesia yang sebelumnya dikenal sebagai salah satu negara importir pangan terbesar kini tidak lagi melakukan impor.

“Kondisi itu membuat pasokan pangan dunia melimpah, terutama di negara-negara produsen seperti Vietnam, Thailand, India, dan Pakistan. Secara tidak langsung, petani dan masyarakat Indonesia telah berkontribusi besar terhadap ketahanan pangan global,” terangnya.

BACA JUGA   Petani di Kabupaten Sukabumi Bisa Manfaatkan Kartu Tani Membeli Pupuk Bersubsidi

Bupati Sukabumi Asep Japar menyatakan Kabupaten Sukabumi satu di antara kabupaten dan kota penyumbang hasil pangan terbesar kedua di Provinsi Jawa Barat, terutama padi. Di mana petani diarahkan untuk meningkatkan produktivitas pertanian agar terwujud swasembada pangan yang dicanangkan pemerintah sejak 2025.

“Terima kasih kepada jajaran Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi yang telah mendukung pencapaian target swasembada pangan nasional. Kita akan terus mendorong petani untuk meningkatkan produktivitas pertanian di setiap musim panen,” tandasnya. (adv)

Reporter:  Nugraha
Editor:  Hafiz Nurachman

Add New Playlist