SUKABUMI | MAGNETINDONESIA.CO – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukabumi terus berupaya melakukan pemantauan dan perlindungan terhadap kawasan konservasi dengan nilai keanekaragaman hayati tinggi. Pasalnya, pembangunan tanpa memerhatikan keseimbangan alam yang berdampak menimbulkan kerusakan serta jumlah populasi meningkat adalah penyebab kawasan konservasi mengalami berbagai tekanan.
Kepala Bidang Tata Lingkungan pada DLH Kabupaten Sukabumi Deny Alam menyebut identifikasi potensi keanekaragaman hayati di lokasi masyarakat sangat bermanfaat untuk menjaga keseimbangan alam konservasi. Apalagi, Kabupaten Sukabumi terkenal sebagai daerah yang kaya akan keragaman hayati.
“Kita perlu mengambil langkah-langkah konfrehensif untuk melestarikan alam hayati dengan melibatkan lintas sektoral. Program ini menjadi perhatian kita sebagai upaya meningkatkan daya dukung konservasi alam,” kata Deny, Senin, 5 Januari 2026.
Menurut dia pemantauan di sekitar lokasi keanekaragaman hayati sangat penting dilakukan. Sebab, pelestarian konservasi alam harus menjadi perilaku pola hidup sehari-hari masyarakat. Muaranya keseimbangan alam tetap terjaga hingga bisa dinikmati anak-anak generasi masa depan.
“Membentuk perilaku masyarakat bisa dilakukan melalui program pendidikan pelestarian alam. Kita ingin masyarakat mencintai keanekaragaman hayati secara tulus. Jangan pernah merusak lingkungan hidup dengan pembangunan yang tidak memerhatikan keseimbangan alam,” tegasnya.
Deny menerangkan pendidikan konservasi dan lingkungan merupakan strategi awal dalam pelestarian alam. Termasuk salah satu media melakukan riset dan pengembangan di bidang keanekaragaman hayati.













