Jembatan Gantung Rusak, Warga Desa Tanjungsari Gunakan Perahu Karet untuk Menyeberangi Sungai

PERAHU karet menjadi sarana penyeberangan bagi para pelajar dan warga Desa Tanjungsari paska jembatan gantung rusak diterjang luapan air Sungai Cimandiri. Foto: Magnet Indonesia/Iqbal

SUKABUMI | MAGNETINDONESIA.CO – Jembatan gantung di Kampung Leuwidinding Desa Tanjungsari Kecamatan Jampangtengah yang menghubungkan Kampung Kebonjati Desa Sirnaresmi Kecamatan Gunungguruh dan Desa Parakanlima Kecamatan Cikembar Kabupaten Sukabumi terputus dampak luapan air Sungai Cimandiri.

Alhasil warga dari Kampung Leuwidinding, terutama para pelajar yang hendak berangkat ke sekolah terpaksa harus menyeberangi aliran sungai. Khusus bagi pelajar, saat menyeberangi sungai kerap menggunakan perahu karet milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi.

“Hampir setiap hari para pelajar diantar jemput menggunakan perahu karet menyeberangi sungai. Karena sekolah mereka berada di Desa Sirnaresmi Kecamatan Gunungguruh dan Desa Parakanlima Kecamatan Cikembar,” kata Kepala Desa Tanjungsari Dilah Habillah, Rabu, 21 Januari 2026.

BACA JUGA   Warga Sambut Haru Kedatangan Satu Keluarga yang Selamat dari Bencana Palu

Dilah menyebut jembatan gantung di Kampung Leuwidinding memiliki panjang sekitar 48 meter dan lebar 1,20 meter. Jembatan terputus disebabkan Sungai Cimandiri meluap disertai hujan deras secara terus menerus pada akhir tahun 2025 lalu.

“Warga kami banyak yang melakukan aktivitas di luar desa, terutama anak-anak yang bersekolah di wilayah Kecamatan Gunungguruh dan Kecamatan Cikembar. Awalnya mereka memanfaatkan akses jembatan gantung sebagai sarana penyeberangan. Karena jembatan rusak, sekarang warga menggunakan perahu karet untuk menyeberangi aliran sungai,” terangnya.

Diakui Dilah jembatan gantung yang rusak merupakan akses penyeberangan satu-satunya bagi warga Desa Tanjungsari yang hendak menuju ke daerah perkotaan. Selain sarana penyeberangan untuk bepergian ke Kecamatan Gunungguruh dan Kecamatan Cikembar, jembatan ini juga kerap digunakan oleh warga Desa Wangunreja dan Desa Sukamaju Kecamatan Nyalindung.

BACA JUGA   Korban Sementara Dugaan Keracunan di Bantargadung Mencapai 136 Orang

Add New Playlist