Atap Ruang Kelas Ambruk, Siswa SDN Cilimus Numpang Belajar di Sekolah Lain

SISWA SMPN 5 Satu Atap sedang bermain di halaman SDN Cilimus yang bangunannya tak beratap. Foto: Magnet Indonesia/Iqbal

‎”Sampai sekarang belum ada rencana memperbaikinya. Saya berharap pemerintah daerah memerhatikan kondisi fisik sekolah ini. Karena saya ingin siswa belajar di ruang kelas tetap nyaman dan aman,” imbuhnya.

‎Guru SMPN 5 Satu Atap, Pahrul Suganda, mengatakan sejak bangunan sekolah berdiri hingga saat ini tidak pernah tersentuh perbaikan. Alhasil, rangka atap dari kayu dan plafon ruang kelas keropos disebabkan sering terkena air hujan akibat genting banyak yang pecah. Tak hanya itu, kusen dan daun pintu ruang kelas juga tampak sudah lapuk.

‎”Di sekolah kami ada 74 siswa, kelas 8 dan 9. Kalau hujan, ruang kelas basah karena air tembus ke plafon melalui atap yang bocor. Kadang saya suka berpikir, jangan-jangan nanti atap ambruk bertepatan jam belajar. Ini adalah bentuk kekhawatiran saya saat turun hujan dengan intensitas tinggi,” bebernya.

BACA JUGA   Muspika Kalapanunggal Gelar Apel Pasukan Pengamanan Pemilu 2019

‎Pahrul mengaku jika hujan lebat sekolah terpaksa diliburkan atas seizin kepala SMPN 5 Satu Atap. Apalagi, jarak sekolah dari rumah masing-masing guru sangat jauh. Bahkan rumah kepala sekolah berada di Kecamatan Sukalarang.

‎”Demi keselamatan siswa, sekolah kita liburkan saat hujan. Di sekolah kami ada satu lokal digunakan belajar oleh siswa SDN Cilimus karena keterbatasan ruang kelas,” pungkasnya.

Reporter:  Iqbal Salim
Editor:  Rian Munajat

Add New Playlist