“Kita antipasi penyebaran covid-19 di lingkungan sekolah. Sehingga peserta didik tetap tenang saat mengikuti mata pelajaran yang diberikan para guru,” ungkapnya.
Sebelum simulasi PTM dilaksanakan, kata Ida, terlebih dulu peserta didik diberikan pemahaman oleh guru kelas masing-masing mengenai bahaya virus korona. Begitu juga saat bubar sekolah tidak boleh berkerumun.
“Sebenarnya waktu pembelajaran dalam kondisi sekarang ini kurang maksimal. Peserta didik hanya menerima ilmu pelajaran selama dua jam. Kami berharap siswa-siswi mampu menyerap pelajaran yang disampaikan guru kelas walaupun waktunya sangat singkat,” tandasnya.
Reporter: Agris Suseno
Editor: Rian Munajat














