Kegiatan ini juga dilakukan untuk membangun kenyamanan serta meyakinkan wisatawan. Dalam hal ini, objek wisata di Bali telah menyiapkan sarana penunjang protokol kesehatan, termasuk dari sisi pengawasan.
“Sehingga betul-betul dinilai aman oleh wisatawan untuk dikunjungi,” ungkapnya.
Lewat kesiapan yang sudah terbangun, sektor pariwisata yang menjadi tumpuan utama perekonomian Bali sampai sejauh ini bisa dilakukan secara menyeluruh.
“Mudah-mudahan semua komponen ikut terlibat dalam upaya ini. Sehingga, penggunaan masker yang menjadi salah satu poin dari penerapan protokol kesehatan, menjadi sebuah kebiasaan dan kebutuhan di tengah masyarakat. Tentu saja agar terlindung dari risiko penyebaran covid-19,” terangnya.
Dia berharap, masker dan hand sanitizer dapat menjadi suatu kebutuhan pokok. Tentu saja untuk menjaga kebersihan dan kesehatan.
“Sehingga nanti masker dan hand sanitizer ini akan menjadi kebutuhan,” tambahnya.
Sementara itu, warga sekitar, Sudiasih, mengaku gerakan bagi masker ini perlu dilakukan. Sebab, masker menjadi salah satu kebutuhan masyarakat untuk melindungi dan menjaga kesehatan diri, terutama dari virus dan bakteri penyebab penyakit.
“Di samping itu banyak masyarakat yang kesulitan untuk membeli masker karena tidak memiliki uang. Terpaksa menggunakan masker tak laik pakai,” pungkasnya.
Kontributor: Medi Ardiansyah
Editor: Muhammad Raya














