Proyek Jalan Beton Pamoyanan-Kalapanunggal yang Amburadul ‘Makan’ Korban

PROYEK jalan beton Pamoyanan-Kalapanunggal di wilayah selatan Cianjur banyak memakan korban jatuh dari motor karena kualitas pekerjaannya diduga di bawah standard. Magnet Indonesia Online/Mokh Ikhsan

CIANJUR | MAGNETINDONESIA.CO – Amburadulnya kualitas proyek pengerjaan ruas jalan beton Pamoyanan-Kalapanunggal di Kecamatan Cikadu dan Cibinong, Kabupaten Cianjur, berdampak terhadap meningkatnya kasus kecelakaan. Warga setempat pun menyayangkan amburadulnya proyek pengerjaan tersebut.

“Awalnya sekitar seminggu tiga kali selalu ada warga yang mengendarai sepeda motor terjatuh. Bahkan setelah selesai, sehari bisa tiga orang yang jadi korban,” ujar Kusmawan, warga Desa Kalapanunggal Kecamatan Cikadu, saat dihubungi melalui aplikasi perpesanan WhatsApp, Senin (3/9/2018).

Informasinya, proyek pengerjaan jalan beton Pamoyanan-Kalapanunggal itu senilai Rp6,7 miliar. Kusmawan mengungkapkan, jalan beton amburadul mengakibatkan saudaranya jadi korban sampai kakinya terkilir.

“Saudara saya sampai keseleo karena terjatuh saat mengendarai sepeda motor di jalan yang berdebu,” geramnya.

Berdasarkan data Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Cianjur, proyek infrastruktur kegiatan peningkatan Jalan Pamoyanan-Kalapanunggal berlokasi di Kecamatan Cibinong dan Cikadu bersumber dari DAU APBD Kabupaten Cianjur tahun anggaran 2018 senilai Rp6.783.915.000. Proyek itu dikerjakan PT Artha Chipta Nusantara.

Reporter:   Mokh Ikhsan
Editor:   Bondan Prakoso