Ratusan Pelajar SDN Cipatuguran Palabuhanratu Dibekali Mitigasi Bencana

PELAJAR SDN Cipatuguran, Kecamatan Palabuhanratu, diberi penyuluhan wawasan kebencanaan oleh mahasiswa dan dosen Fakultas Hukum Universitas Indonesia, Jumat (8/11/2019). Foto: Magnet Indonesia/Endi Nasrulah

SUKABUMI | MAGNETINDONESIA.CO – Mahasiswa dan dosen Fakultas Hukum Universitas Indonesia memberikan pembekalan dan penyuluhan wawasan kebencanaan kepada sekitar 300 pelajar SDN Cipatuguran, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jumat (8/11/2019).

Mentor kegiatan tersebut terdiri dari 14 orang mahasiswa dan pengajar. Sebelumnya tim telah dibekali materi dari Aksi Cepat Tanggap (ACT).

“Kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian kami kepada kalangan pelajar agar memiliki wawasan dan kiat-kiat yang harus dilakukan saat terjadi bencana,” kata Ketua Tim Pengajar Fakultas Hukum Universitas Indonesia, Heru Susetyo.

Sebagian peserta penyuluhan merupakan pelajar kelas 5 dan kelas 6. Penyuluhan dikemas dengan interaktif karena menggunakan media pemutaran video animasi kebencanaan, lagu tanggap bencana gempa dan tsunami, tarian serta cara melindungi diri dari gempa bumi.

(Baca Juga: Pemkab Sukabumi Sambut Baik Pihak yang Berikan Mitigasi Bencana)

“Mereka cukup antusias dengan penyuluhan ini karena dikemas semenarik mungkin sehingga tak membuat jenuh para pelajar,” ungkapnya.

Dipilihnya SDN Cipatuguran sebagai lokasi penyuluhan karena Palabuhanratu merupakan salah satu daerah rawan bencana gempa dan tsunami. Bangunan sekolah itu hanya berjarak sekitar 500 meter dari bibir pantai.

“Daerahnya berada di antara Sesar Cimandiri dan zona megatrust antarlempeng yang terletak 100 kilometer di selatan kota dan Kecamatan Palabuhanratu,” ujar dia.

Koordinator Tim Pengabdian Masyarakat, Hani Nur Azizah, menambahkan kegiatan tersebut dilatarbelakangi konsep mitigasi bencana dengan pendekatan kemasyarakatan yang dicanangkan dalam program Desa Tangguh Bencana yang mengacu pada mukadimah UUD 1945.

(Baca Juga: Rawan Bencana, Kabupaten Sukabumi Berada di Daerah Ring of Fire)

“Negara wajib melindungi warga dari berbagai bentuk bencana alam. Program ini diaktualisasikan melalui mitigasi bencana. Jadi, kewajiban mitigasi bencana di Indonesia tidak lagi menjadi tanggung jawab pemerintah secara penuh. Mitigasi bencana sudah menjadi tanggung jawab semua pihak juga masing-masing individu warga negara Indonesia,” bebernya.

Pendidikan kebencanaan kepada masyarakat harus dimulai sejak dini, terutama bagi kalangan usia sekolah. Tujuannya untuk menanamkan perspektif bahwa bencana merupakan kejadian alam yang normal dan terjadi secara alami.

“Mudah-mudahan materinya bisa dipahami dan diserap,” paparnya.

Kepala SDN Cipatuguran, Satibi, mengapresiasi kegiatan tersebut. Kegiatannya jadi sebuah bentuk pengamalan ilmu dari mahasiswa kepada pelajar.

“Sekaligus juga untuk menjalin silaturahmi antara civitas kampus dan sekolah dasar,” tandasnya.

Kontributor:  Endi Nasrulah
Editor:  Hafiz Nurachman