Kekeringan Masih Terjadi di Sejumlah Desa di Cianjur

SUMBER mata air yang biasa dimanfaatkan warga Kecamatan Naringgul, Kabupaten Cianjur, sudah kering sejak kemarau. Foto: Magnet Indonesia/Ruslan Ependi

CIANJUR | MAGNETINDONESIA.CO – Sejumlah wilayah di Kabupaten Cianjur masih dilanda kekeringan. Padahal, dua pekan terakhir sudah turun hujan deras selama beberapa kali.

Seperti di Kecamatan Naringgul dan di Kecamatan Kadupandak. Di Kecamatan Naringgul setidaknya terdapat empat desa yang masih dilanda krisis air. Sedangkan di Kecamatan Kadupandak terdapat satu desa.

Baca JugaAduh! Warga di Dua Desa Mulai Ambil Air Sungai

“Kalau di wilayah kami, air Sungai Cisinduk sudah mengering. Warga mulai kebingungan mencari sumber air,” ujar Kepala Dusun Desa Puncakwangi, Jejen (45) kepada magnetindonesia.co, Selasa (29/10/209).

Baca JugaHampir Semua Kecamatan di Selatan Cianjur Dilanda Kekeringan

Empat wilayah yang masih mengalami kekeringan di Kecamatan Naringgul yakni Desa Wangunjaya, Malati, Naringgul, dan Margasari. Sebagian warga membeli air bersih untuk memenuhi kebutuhan konsumsi sehari-hari.

“Harga beli air bersih Rp70 ribu per satu toren yang berukuran besar berkapasitas 1 ribu liter,” ucapnya.

Baca JugaRatusan Hektare Lahan Sawah di Desa Girimulya ‘Kehausan’

Sementara di Kecamatan Kadupandak, kekeringan melanda Desa Talagasari. Sejauh ini warga masih memanfaatkan aliran Sungai Cibuni untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Kalau di sini jarang hujan. Ada airnya di Sungai Cibuni. Kami manfaatkan secara bergiliran,” ungkap Dana (65), warga setempat.

Kontributor:  Ruslan Ependi
Editor:  Sulaeman