Bursa Bakal Calon Kepala Daerah di Kabupaten Sukabumi Mulai Bermunculan

Ilustrasi

SUKABUMI | MAGNETINDONESIA.CO – Pilkada serentak 2020 lebih kurang setahun lagi. Kabupaten Sukabumi merupakan satu di antara daerah yang akan melaksanakan pesta demokrasi rakyat lima tahunan tersebut. Bursa pencalonan pun diramaikan sejumlah nama. Tak hanya dari kalangan politikus, tapi juga kalangan birokrat serta profesional.

Selain nama petahana, Marwan Hamami dan Adjo Sardjono, bermunculan juga nama-nama lainnya dari kalangan politisi seperti Anjak Priatama Sukma dan Yusuf Maulana (PKS), Yudha Sukmagara (Partai Gerindra), Iman Adinugraha dan Mansurudin (PAN), Hendar Darsono, Ujang Fahpulwaton, dan Badri Suhendi (Partai Demokrat), Agus Mulyadi (Partai Golkar), Asep Supriatna (PKB), Reni Marlinawati serta Yusuf Ridwan (PPP).

Sementara dari kalangan birokrat, sosok yang santer diperbincangkan di antaranya Sekda Kabupaten Sukabumi Iyos Somantri, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Asep Jafar, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Sofyan Effendy, dan Direktur Utama Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Jaya Mandiri (PDAM TJM), M Kamaludin Zen.

Baca JugaAnak Mantan Bupati Bakal Diusung PKS pada Pilkada Kabupaten Sukabumi 2020

Cukup mengagetkan masuknya bursa nama Heri Gunawan (anggota DPR RI dari Partai Gerindra) dan Desy Ratnasari (PAN). Sedangkan dari kalangan profesional muncul Ade Daryadi (Ketua Forum ZIS Kabupaten Sukabumi/Ketua NU Care LAZIS NU Kabupaten Sukabumi), dan pengusaha tambang yang kini menjabat Site Manager PT Wilton Wahana Indonesia, Gunawan.

Sejumlah bakal calon pun mulai mendaftarkan diri ikut penjaringan. Di PDI Perjuangan misalnya, terdapat lima nama yang telah mendaftar yakni Dede Haryadi (mantan Ketua KPU Kabupaten Sukabumi), Kurniawan (pengusaha konstruksi), Jajah (kader PDIP), Teti Sumiati (pengusaha sekaligus penasihat sayap Partai Gerindra), serta Husain Alamsyah (pengurus DPW PAN Jawa Tengah).

Untuk PKS mengerucut kepada Anjak Priatama Sukma yang kini menjabat sebagai Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Sukabumi. Anjak merupakan putra mantan Bupati Sukabumi, Sukmawijaya. Nama Anjak disepakati setelah sebelumnya digodok bersama empat nama lainnya, yaitu M Sodikin, Yusuf Maulana (Aka), drh Slamet, dan Abdul Muiz.

“Petahana masih memiliki kans kuat, baik pak Marwan maupun pak Adjo,” kata pemerhati politik Sukabumi, T Suherman, Rabu (23/10/2019).

Baca JugaIman Adinugraha Bakal Diusung Lagi PAN pada Pilkada 2020?

Dari dua sosok petahana, Suherman menilai sosok bupati yang juga Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Sukabumi, Marwan Hamami, lebih siap dibanding Adjo.

“Harus diingat, petahana diuntungkan. Namun, pak Marwan selangkah lebih maju dari bakal kandidat lainnya karena beliau sudah mempunyai perahu dengan mendapatkan restu dari Partai Golkar. Itu berdasarkan Rapimda Partai Golkar Kabupaten Sukabumi pada Juli lalu,” ungkap jebolan STISIP Widyapuri Mandiri Sukabumi ini.

Sedangkan sosok Adjo Sardjono, kata dia, masih terlihat gamang karena belum ada kepastian mengenai perahu. Sebab, sosok mantan Sekda Kabupaten Sukabumi ini masih melakukan lobi-lobi dan komunikasi politik dengan sejumlah parpol.

“Pak Adjo saat ini berbeda dengan bursa pencalonan pada Pilkada 2015. Saat itu pak Adjo ibarat gadis belia nan cantik. Tapi sekarang, popularitas bisa saja sama, namun tingkat elektabilitasnya, saya rasa masih pak Marwan,” tambah Ahong.

KontributorYana Suryana
EditorSulaeman