Partai Gerindra Butuh Koalisi Usung Pasangan Calon pada Pilkada Kabupaten Sukabumi

KETUA DPC Partai Gerindra Kabupaten Sukabumi, Yudha Sukmagara (kanan depan) didampingi Sekretaris DPC Partai Gerindra Agus Firmansyah (kiri depan), sedang memimpin rapat internal. Foto: Ist

SUKABUMI | MAGNETINDONESIA.CO – Partai Gerindra Kabupaten Sukabumi mengaku sudah membuka komunikasi politik dengan sejumlah parpol menghadapi Pilkada 2020. Langkah itu dilakukan karena Gerindra masih butuh koalisi. Sebab dari aturan syarat minimal, Gerindra belum bisa mengusung pasangan calon secara mandiri.

“Kalau komunikasi politik tentu kami lakukan dengan semua parpol. Sekarang kami belum bisa menentukan akan berkoalisi dengan partai mana karena masih sebatas lobi-lobi,” terang Sekretaris DPC Partai Gerindra Kabupaten Sukabumi, Agus Firmansyah, ditemui di Rumah Aspirasi dan Inspirasi Heri Gunawan, Senin (21/10/2019).

Pada Pileg 2019, Gerindra mendapatkan sebanyak 255 ribu suara. Dengan perolehan suara sah itu, Gerindra menempatkan 9 kadernya di parlemen. Namun dari sisi syarat usungan pasangan calon sebanyak 20 persen atau 10 kursi di parlemen, Gerindra belum mencukupi.

Baca JugaGerindra Bakal Buka Penjaringan Balon Bupati dan Wabup Sukabumi. Ini Waktu Pendaftarannya…

“Koalisi jadi syarat mutlak kalau kami ingin mengusung pasangan calon pada Pilkada nanti,” jelas Agus.

Mulai 25 Oktober hingga 15 November, Partai Gerindra bakal membuka pendaftaran bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Sukabumi secara terbuka. Pengambilan formulir dilakukan di Sekretariat DPC Partai Gerindra di Jalan KH Ahmad Sanusi Nomor 6 Kampung Ciseureuh, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi.

Baca JugaKader Gerindra Dipastikan Duduki Pucuk Pimpinan DPRD Kabupaten Sukabumi

“Jadwal pendaftaran atau penjaringan ini sesuai dengan hasil Rapat Pimpinan Nasional di Padepokan Garudayaksa Partai Gerindra di Hambalang,” tutur Pengarah Badan Pemenangan Pemilihan Kepala Daerah (Bappda) Partai Gerindra ini.

Setelah tahap pemberkasan, lanjut Agus, akan dilanjutkan tahapan verifikasi. Bakal calon yang memenuhi syarat dilakukan melalui tes administrasi dan wawancara.

“Penjaringan ini terbuka untuk umum. Target kami menang di kontestasi Pilkada. Makanya dalam verifikasi nanti akan ketat. Seluruh berkas bakal calon kepala daerah akan diserahkan ke DPD paling lambat 17 November 2019,” tandasnya. (adv)

KontributorYana Suryana
EditorSulaeman