Kepulangan 7 Warga Sukabumi dari Wamena akan Dijemput di Bandara Soetta

WARGA Jawa Barat yang berada di pengungsian di Kota Sentani, sedang didata perwakilan Pemprov Jabar Foto: Ist

SUKABUMI | MAGNETINDONESIA.CO – Sebanyak tujuh dari 68 orang warga Jawa Barat yang saat ini berada di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua, merupakan warga Kabupaten dan Kota Sukabumi. Pemkab Sukabumi memastikan mereka akan dipulangkan ke daerah masing-masing berkat kesigapan Pemprov Jabar yang menurunkan tim gabungan ke Wamena.

“Insha Allah kepulangan mereka sudah ada yang mengurusnya. Terutama warga Kabupaten Sukabumi akan diantar langsung ke alamatnya masing-masing. Tapi waktu kepulangan mereka mundur satu hari dari jadwal semula,” kata Bupati Sukabumi, Marwan Hamami, Selasa (8/10/2019).

Baca JugaTiga Tahun Merantau di Wamena, Ijam Minta Pulang Karena Terjadi Konflik

Sesuai rencana, warga perantau asal Jabar itu akan mendarat di Bandara Soekarno-Hatta pada Rabu (9/10/2019). Proses pemberangkatan mundur dari jadwal semula karena sampai saat ini mereka masih dalam proses pendataan. Sebelumnya mereka sempat dijadwalkan akan dipulangkan tim Pemprov Jabar pada Selasa (8/10/2019).

Ketujuh warga Kabupaten dan Kota Sukabumi itu akan dijemput pihak Dinas Sosial dan Baznas Kabupaten Sukabumi di Bandara Soetta bersama tim dari Provinsi Jabar.

Baca JugaWarga Palabuhanratu yang Terjebak di Wamena Dipastikan Bakal Segera Dipulangkan

Mereka di antaranya Lili warga Kampung Buniasih RT 01/04 Desa Tonjong Kecamatan Palabuhanratu, Ijam warga Kampung Gadog RT 02/13 Desa Citarik Kecamatan Palabuhanratu, Nurdin dan Siti Masitoh warga Kampung Gunung Puntang RT 03/10 Desa Sirnarasa Kecamatan Cikakak, M Zhidan Apriansyah, Dadang Darsita, serta Nurapipah warga Kampung Caringin Baros RT 02/10, Kecamatan Baros, Kota Sukabumi.

Dari total 68 orang warga Jabar yang akan dipulangkan dari Wamena itu masing-masing 18 orang asal Kabupaten Garut, 2 orang asal Kabupaten Majalengka, 7 orang asal Sukabumi, 4 orang asal Kota Bandung, 4 orang dari Kabupaten Bandung, 2 orang dari Kabupaten Kuningan, 5 orang asal Kabupaten Tasikmalaya, 8 orang dari Kabupaten Sumedang, 8 orang warga Kabupaten Subang, 3 orang warga Kabupaten Purwakarta, 4 oang warga Kota Bogor, dan 3 orang asal Kabupaten Indramayu. (adv)

ReporterAcep Ahmad Safei
EditorSulaeman