Kabupaten Sukabumi Sambut Baik Rencana Pengolahan Sampah Jadi Energi Listrik

WAKIL Bupati Sukabumi Adjo Sardjono (ketiga dari kanan), Kepala DLH Kabupaten Sukabumi Dedah Herlina (tengah) dan Kepala Bidang Pengelolaan Sampah Denis Eriska (kanan) mengikuti audiensi pemaparan kesiapan pengolahan sampah daerah menjadi energi listrik ramah lingkungan yang digelar Kemenko Bidang Kemaritiman di Jakarta, Jumat (23/8/2019). Foto: Ist

JAKARTA | MAGNETINDONESIA.CO – Kabupaten Sukabumi merupakan satu di antara lima daerah di Indonesia yang diundang Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman menghadiri audiensi pemaparan kesiapan pengolahan sampah daerah menjadi energi listrik ramah lingkungan yang digelar Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman di Jakarta, Jumat (23/8/2019).

Selain Kabupaten Sukabumi, Kemenko Kemaritiman juga mengundang Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Deli Serdang, Kota Pekanbaru, dan Kota Medan. Pengolahan sampah daerah menjadi energi listrik diatur Peraturan Presiden Nomor 35/2018.

“Pemerintah pusat mewacanakan mengolah sampah menjadi energi listrik,” kata Wakil Bupati Sukabumi, Adjo Sardjono, Sabtu (24/8/2019).

Menurut Adjo, program itu salah satu upaya mengurangi emisi karbon, mengatasi masalah kebutuhan krisis energi, dan menghilangkan sampah secara cepat di tiap daerah.

“Kabupaten Sukabumi belum memenuhi syarat melakukan pengolahan sampah menjadi energi listrik. Namun kami akan pelajari dulu persyaratan yang harus dipenuhi untuk melengkapi uji kelayakan program pengolahan sampah tersebut,” ungkapnya.

Di Kabupaten Sukabumi, volume sampah yang terbuang dari hasil aktivitas manusia dan perekonomian seperti rumah tangga, restoran, hotel, rumah sakit, pasar, dan industri rata-rata 1,9 liter per orang/hari atau mencapai 4.785 meter kubik per hari. Penghitungan volume sampah itu merujuk data jumlah populasi penduduk pada 2017 di Kabupaten Sukabumi sebanyak 2.523.992 jiwa atau 870.708 kepala keluarga yang terbagi di 381 desa dan 5 kelurahan.

“Melihat volume sampah di daerah kita yang dikumpulkan per hari itu cukup banyak, memang sudah selayaknya diolah menjadi energi listrik terbarukan,” imbuh Adjo.

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sukabumi, Denis Eriska, menegaskan volume sampah per hari relatif banyak. Kondisinya kontradiktif dengan tempat pembuangan akhir (TPA) di Cimenteng, Kecamatan Cikembar, yang secara usia teknis masih bisa dipakai sekitar 4-5 tahun lagi dengan sistem control landfil.

“Mengolah sampah menjadi energi listrik salah satu solusi dalam penanganan sampah di Kabupaten Sukabumi. Kami menyambut baik rencana mengolah sampah dijadikan energi listrik ramah lingkungan. Hanya saja sedang kita pelajari dulu,” ujarnya.

Denis menuturkan relatif tingginya volume sampah jadi pekerjaan rumah yang mesti diselesaikan. Butuh solusi mengelola sampah agar maksimal dan bermanfaat bagi kehidupan manusia di masa mendatang. Terlebih populasi dan kegiatan ekonomi masyarakat adalah faktor lain meningkatnya volume sampah maupun limbah setiap harinya.

“Pemilahan sampah jadi bernilai ekonomis sudah kita jalankan di tiap bank-bank sampah. Kalau sampah diolah menjadi energi, secara prinsip teknologi waste to energy ini sangat baik. Tapi harus disesuaikan dengan volume sampah yang kita kelola saat ini,” tandasnya. (adv)

ReporterKemal Vasha
EditorHafiz Nurachman