SUKABUMI | MAGNETINDONESIA.CO – Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi bersama Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (PPVTPP) Kementerian Pertanian selaku penanggung jawab Kabupaten Sukabumi, serta Badan Pusat Statistik (BPS) setempat beberapa waktu lalu telah melaksanakan kegiatan poligonisasi lahan padi gogo di Kelompok Tani Cijerah, Kecamatan Waluran.
Kegiatan poligonisasi juga dilaksanakan di 10 kecamatan lainnya yang memiliki potensi besar pengembangan padi gogo, seperti di Kecamatan Cisolok, Kabandungan, Cikidang, Cidadap, Jampangtengah, Simpenan, Jampangkulon, Warungkiara, Nyalindung, dan Ciracap.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Aep Majmudin, menerangkan, Kementerian Pertanian mendorong peningkatan produksi padi gogo pada tahun 2026 secara nasional dengan target luas tanam mencapai 320 ribu hektare. Upaya ini adalah bagian penting dalam memperkuat ketahanan pangan dan ketersediaan beras nasional.
“Optimalisasi potensi lahan padi gogo ini merupakan terobosan yang dinilai cukup signifikan untuk mendukung peningkatan produksi padi nasional. Kabupaten Sukabumi memiliki potensi besar untuk pengembangan padi gogo,” ujarnya, Rabu, 1 April 2026.
Menurut dia, kegiatan poligonisasi bertujuan agar lahan padi gogo dapat terpetakan dan tercatat dalam Survei Kerangka Sampel Area (KSA) BPS. Survei KSA merupakan metode modern berbasis area yang digunakan untuk mengestimasi luas panen tanaman pangan secara objektif dan akurat, khususnya padi dan jagung.
“Secara keseluruhan, Kabupaten Sukabumi memiliki potensi pengembangan padi gogo seluas 37 ribu hektare yang tersebar di 11 kecamatan. Kegiatan poligonisasi ini dilakukan secara langsung di lapangan pada sampel segmen. Di mana satu segmen mewakili luas lahan 9 hektare dengan menggunakan aplikasi berbasis android yang mengunci titik koordinat lokasi,” beberanya.














