”Harapan kita tahun depan minimal bisa dipertahankan, kalau memungkinkan bisa naik ke peringkat satu nasional,” ujarnya seusai menerima penghargaan.
Ia menegaskan keberhasilan Kabupaten Sukabumi menempati peringkat kedua nasional dalam peningkatan produksi pangan tidak terlepas dari kerja keras seluruh elemen, terutama para penyuluh pertanian di lapangan. Peran penyuluh dinilai sangat strategis dalam mendampingi petani, meningkatkan luas tanam, serta menjaga produktivitas pertanian.
”Capaian ini membuktikan bahwa tidak ada yang mustahil untuk diraih. Kita sudah berada di peringkat dua nasional. Artinya peluang menduduki peringkat satu itu terbuka, asalkan semangat, kerja keras, dan kolaborasi dengan semua pihak,” pintanya.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi Aep Majmudin menyebut masih terdapat potensi luas panen padi sekitar 5.485 hektare yang belum terlaporkan dengan estimasi produksi mencapai 27.425 ton. Bahkan kinerja Luas Tambah Tanam (LTT) padi juga menunjukkan tren positif. Pada Januari 2026, realisasi LTT mencapai 18.352,6 hektare atau 111,2 persen meningkat tajam dibanding Januari 2025 dari target Kementerian Pertanian.
”Sistem pelaporan luas panen padi pada 2026 akan kita evaluasi agar tercatat utuh. Sehingga data laporan luas panen bisa terkoreksi,” jelasnya.
Dinas Pertanian pada 2026 berkomitmen akan mendukung swasembada pangan berkelanjutan. Berdasarkan RPJMD Kabupaten Sukabumi dan Rencana Strategis (Renstra) Provinsi Jawa Barat, sasaran produksi padi ditetapkan sekitar 876 ribu ton dan jagung sekitar 118 ribu ton.












