<strong>SUKABUMI</strong> | <strong>MAGNETINDONESIA.CO</strong> - Pemkab Sukabumi mengintensifkan koordinasi lintas sektoral menyikapi kondisi cuaca ekstrem saat ini. Langkah tersebut dinilai sangat penting mengingat potensi kerawanan bencana sekarang meningkat menyusul intensitas curah hujan relatif tinggi. "Curah hujan diprediksi sangat tinggi hingga dua bulan ke depan. Harus kita antisipasi karena berpotensi terjadi tanah longsor dan banjir," kata Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, Asep Suherman, di sela rapat koordinasi antisipasi bencana tahun 2020, di ruang rapat Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi, Senin (6/1/2020). (Baca Juga: <a href="https://www.magnetindonesia.co/2019/11/bmkg-prediksi-hujan-terjadi-november-2019-mei-2020-bpbd-kota-sukabumi-tingkatkan-kewaspadaan/">BMKG Prediksi Hujan Terjadi November 2019-Mei 2020, BPBD Kota Sukabumi Tingkatkan Kewaspadaan</a>) Sekda Kabupaten Sukabumi, Iyos Somantri, mengharapkan peran aktif seluruh perangkat daerah dan para camat agar segera membuat langkah persiapan atau antisipasi penanganan bencana. (Baca Juga: <a href="https://www.magnetindonesia.co/2019/01/bpbd-kabupaten-sukabumi-petakan-kecamatan-cisolok-rawan-banjir-dan-longsor/">BPBD Kabupaten Sukabumi Petakan Kecamatan Cisolok Rawan Banjir dan Longsor</a>) "Kesiapsiagaan saat ini sangat diperlukan untuk mengantisipasi dan menanggulangi bencana. Kalau sewaktu-waktu terjadi bencana, kita sudah siap menanggulanginya," jelas Iyos yang juga ex-officio Kepala BPBD Kabupaten Sukabumi. Iyos berharap rakor antisipasi bencana bisa menghasilkan solusi terbaik mengenai kesiagaan dalam menanggulangi bencana tahun 2020. "Fungsi kita memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Maka itu, perangkat daerah terkait dan camat di wilayah harus dekat dengan masyarakat terutama para relawan tanggap bencana lebih siap siaga selama 24 jam," tegasnya. (<strong>adv</strong>)<!--nextpage--> <strong>Kontribur</strong>: H Asep <strong>Editor</strong>: Sulaeman