Petani di Kampung Caringin Masih Bisa Tersenyum Meskipun Dilanda Kemarau, Ada Apa?

BAK penampungan air dari program pipanisasi yang dibangun Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi di areal lahan milik Kelompok Tani Makmur Jaya di Kampung Caringin, Desa Jayanti, Kecamatan Palabuhanratu. Foto: Magnet Indonesia/Falah Kurnia Robbi

SUKABUMI | MAGNETINDONESIA.CO – Program pemasangan pipa Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi dirasakan manfaatnya oleh para petani saat dihadapkan dengan kemarau seperti saat ini. Satu di antaranya manfaat yang diterima Kelompok Tani Makmur Jaya di Kampung Caringin, Desa Jayanti, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi.

Meskipun para petani di sejumlah wilayah mulai terdampak kekeringan akibat kemarau, tetapi bagi anggota Poktan Makmur Jaya, berbanding terbalik. Sampai saat ini lahan pertanian garapan mereka masih bisa mendapat pasokan air.

“Alhamdulillah, sejauh ini pasokan air bagi petani di wilayah kami masih normal. Ini berkat bantuan pemasangan pipanisasi dari Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi,” jelas Ketua Kelompok Tani Makmur Jaya, Sukela (60), kepada magnetindonesia.co, Sabtu (13/7/2019).

Pemasangan pipa itu untuk mengambil air dari daerah hulu di Kampung Babakan, Desa Jayanti yang dialirkan ke bak penampungan di areal lahan Kelompok Tani Makmur Jaya di Kampung Caringin. Dinas Pertanian memberikan bantuan senilai Rp149 juta. Pemasangan pipa sepanjang lebih kurang 1.300 meter itu dikerjakan pihak ketiga.

“Pipanya menggunakan ukuran 3 inci. Pasokan air dari daerah hulu yang dialirkan melalui pipa ini bisa mengairi sekitar 30 hektare lahan tanaman padi, cabai, sayuran, dan komoditas pertanian lainnya di wilayah kami,” ungkapnya.

Kepala Tata Usaha Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pertanian Wilayah IV Palabuhanratu, Yadi Humayadi, mengatakan program pemasangan pipa salah satunya untuk mengantisipasi kekeringan. Sebab, saat ini hampir di seluruh wilayah di Kabupaten Sukabumi dilanda kemarau.

“Tahun ini pemerintah telah mengalokasikan bantuan anggaran untuk pemasangan pipa air, embung, dan irigasi tanah dangkal. Program ini dapat mengantisipasi kekeringan yang melanda areal lahan pertanian,” sebutnya. (adv)

KontributorFalah Kurnia Robbi
EditorSulaeman