Irigasi Jebol, Ribuan Hektare Lahan Sawah di Cibeber Terancam Kekeringan

BANGUNAN irigasi Sungai Cikondang sebagai sarana pengairan vital bagi lahan persawahan di 9 desa di Kecamatan Cibeber, jebol sejak lima bulan lalu. Foto: Magnet Indonesia/Ruslan Ependi

CIANJURMAGNETINDONESIA.CO – Bangunan irigasi di aliran Sungai Cikondang di Kampung Irigasi RT 02/03, Desa Cikondang, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur, jebol sejak lima bulan lalu. Kejadiannya saat curah hujan tinggi. Sekarang, bersamaan kemarau, jebolnya irigasi berdampak terhadap pasokan air ke lahan-lahan persawahan di 9 desa.

“Sungai Cikondang merupakan sarana pengairan vital bagi lahan persawahan di 9 desa di Kecamatan Cibeber. Selama ini jadi andalan warga. Tapi sejak jebolnya irigasi awal tahun lalu, sekarang berdampak terhadap lahan persawahan,” kata Plt Kepala Unit Pelayanan Teknis Dinas (UPTD) Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR) Kecamatan Cibeber, Nanang, kepada magnetindonesia.co, Rabu (3/7/2019).

Debit air Sungai Cikondang mampu mengairi sekitar 1.007 hektare lahan sawah di Desa Cikondang, Cihaur, Cimanggu, Sukamanah, Sukaraharja, Peuteuycondong, Cibaregbeg, dan Cisalak. Pemkab Cianjur sudah berkoordinasi dengan Pemprov Jabar sebagai pengelola irigasi membahas rencana perbaikan. Informasinya, saat ini baru direncanakan proses lelang pengerjaan.

“Ini harus segera diperbaiki. Kalau dibiarkan dampaknya akan sangat besar,” tegasnya.

Irigasi jebol terjadi sejak Januari 2019. Saat itu intensitas curah hujan sedang tinggi. Terjadi abrasi yang menyebabkan pondasi tanggul roboh.

Kondisinya semakin parah saat terjadi banjir bandang. Termasuk merusak tanggul penahan tanah di belakang kantor UPTD PUPR.

KontributorRuslan Ependi
EditorEddy Surya Wijaya