Kepala Desa dan Perangkatnya di Kabupaten Sukabumi Ikut Bimtek Peningkatan Kapasitas

SEKRETARIS Daerah, Iyos Somantri (kedua dari kiri), Kajari Kabupaten Sukabumi, Alek Sumarna (kedua dari kanan) dan Kepala Dinas PMD. Tendy Hendrayana, saat membuka bimbingan teknis peningkatan aparatur pemerintahan desa di salah satu hotel di kawasan Cikukulu, Kecamatan Cisaat. Foto: Ist/Diskominfosan

SUKABUMI | MAGNETINDONESIA.CO – Kepala desa dan perangkatnya mengikuti kegiatan bimbingan teknis peningkatan kapasitas, Selasa (18/6/2019). Kegiatan yang digelar Badan Kerja Sama Antardesa dan Antarkecamatan Kabupaten Sukabumi itu diikuti sebanyak 142 desa dari 22 kecamatan.

Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi, Iyos Somantri, membuka secara resmi kegiatan bimbingan teknis. Ia pun berpesan agar aparatur pemerintahan desa bisa melaksanakan sistem pemerintahan sesuai tugas dan fungsi.

“Aparatur desa sudah saatnya melayani masyarakat dengan baik. Keterbukaan Informasi Publik (KIP) dan transparansi anggaran kepada masyarakat juga bagian dari dinamika kinerja aparatur desa,” tegas Iyos.

Pada gelombang pertama, bimtek dilaksanakan selama dua hari pada Selasa (18/6/2019) dan Rabu (19/6/2019). Sedangkan gelombang kedua dilaksanakan Rabu (19/6/2019) dan Kamis (20/6/2019).

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Sukabumi, Tendy Hendrayana menambahkan, bimtek peningkatan kapasitas aparatur desa sering kali dilaksanakan. Ia tak memungkiri desa sebagai ujung tombak pembangunan daerah sehingga aparaturnya perlu memahami tugas, pokok, dan fungsi pemerintahan desa.

“Kita apresiasi Badan Kerja Sama Antardesa dan Antarkecamatan yang punya gagasan melaksanakan bimtek ini. Mudah-mudahan seluruh aparatur desa bisa lebih memahami tupoksi pemerintahan desa dalam segala aspek,” ujarnya.

Sementara itu, Tutang Setiawan, ketua panitia, menerangkan pada gelombang pertama peserta berasal dari 77 desa dengan jumlah peserta sebanyak 173 orang terdiri dari kepala desa, sekretaris desa, bendahara, dan sub bagian perencanaan. Sedangkan gelombang kedua diikuti sebanyak 63 desa dengan jumlah peserta 167 orang.

“Bimtek bertujuan supaya pemerintahan desa lebih partisipatif, akuntabel, dan transparan. Termasuk mewujudkan pemerintahan dan masyarakat desa ke depan bisa lebih maju, adil, sejahtera, profesional, serta demokratis,” ungkapnya. (Adv)

ReporterFajar Hadiansah
EditorHafiz Nurachman