Ini Kyai yang Pertama Kali Mendirikan Pesantren di Sukabumi

BUPATI Sukabumi, Marwan Hamami, memberikan sambutan saat menghadiri acara haul Syeh Tubagus Muhammad Nur Husen (Mama Cimuncang) di Kampung Pasantren, Desa Jambenenggang, Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (15/6/2019). Foto: Ist

SUKABUMI | MAGNETINDONESIA.CO – Bupati Sukabumi, Marwan Hamami, menghadiri acara haul Syeh Tubagus Muhammad Nur Husen (Mama Cimuncang) di Kampung Pasantren, Desa Jambenenggang, Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (15/6/2019). Mama Cimuncang dikenal sebagai orang pertama yang mendirikan pondok pesantren di Sukabumi tepatnya pada 1840 Hijriah/1260 Masehi.

Dari cerita berkembang, konon Mama Cimuncang pernah membuka lahan pertanian. Ia juga membangun selokan Cibendung Sungai Cimuncang dan Bendungan Pasir Kambing. Kedua bendungan itu kini sangat bermanfaat bagi masyarakat hingga menjadikan Kecamatan Kebonpedes sebagai lumbung padi di Sukabumi utara bagian timur.

“Mama Cimuncang adalah teladan bagi kita semua yang masih diberikan napas. Dari beliau kita harus banyak belajar dalam membangun kemandirian, sikap, dan mental religius,” kata Marwan dalam sambutannya.

Menurut Marwan, dari pemikiran-pemikiran Mama Cimuncang lahir suatu konsep kemandirian pangan, khususnya padi sawah. Karena itu, petani zaman sekarang dan generasi muda petani harus lebih mencintai usaha di bidang pertanian.

“Beliau (Mama Cimuncang) menularkan konsep pertanian yang menonjolkan karakter keagamaan sehingga keberkahan bertani dapat dirasakan petani zaman dulu. Saya kira, petani zaman sekarang juga perlu meniru para pejuang petani terdahulu,” tandasnya. (adv)

ReporterGiri Trisna Martin
EditorEddy Surya Wijaya