Lima Hari, 17 Wisatawan Terseret Ombak Pantai Selatan, Semua Selamat

PANTAI Karanghawu di Kecamatan Cisolok, satu di antara pantai di selatan Sukabumi banyak wisatawan yang terseret ombak tapi dapat diselamatkan tim Balawista Kabupaten Sukabumi. Foto: Magnet Indonesia/Rizal

SUKABUMI | MAGNETINDONESIA.CO – Kejadian wisatawan terseret ombak di sejumlah lokasi di pesisir pantai selatan Sukabumi tercatat 9 kasus. Dari kasus itu, sebanyak 17 orang wisatawan berhasil diselamatkan.

Berdasarkan data Badan Penyelamat Wisata Tirta (Balawista) Kabupaten Sukabumi, kecelakaan laut tersebut terjadi sejak Kamis (6/6/2019) atau H+1 Idulfitri 1440 Hijriah di Pantai Karanghawu dengan jumlah korban selamat satu orang. Pada hari yang sama, laka laut kembali terjadi di Pantai Karang Naya dengan jumlah korban sebanyak dua orang. Keduanya juga berhasil diselamatkan tim Balawista Kabupaten Sukabumi.

Pada Jumat (7/6/2019) laka laut kembali terjadi di Pantai Karanghawu II alias Kebon Kalapa mengakibatkan dua orang terbawa arus dan berhasil diselamatkan. Sedangkan di Pantai Kadaka, jumlah wisatawan yang terseret ombak sebanyak tiga orang. Mereka pun terselamatkan. Pada Sabtu (8/6/2019), laka laut terjadi di Pantai Citepus. Wisatawan yang terseret onbak berjumlah tiga orang dan di Pantai Sunset Karangpapak satu orang. Semuanya terselamatkan.

Selanjutnya pada H+4 Lebaran atau Minggu (9/6/2019), kecelakaan terjadi di Pantai Istana Presiden. Korbannya satu orang dan berhasil diselamatkan. Terakhir pada H+5 Lebaran, Senin (10/6/2019), laka laut terjadi dua kali di Pantai Istiqomah dengan jumlah korban terselamatkan sebanyak empat orang. Satu orang di antaranya harus dibawa ke RSUD Palabuhanratu karena terlalu banyak kemasukan air laut.

“Secara keseluruhan aman dan terkendali walaupun masih ada kejadian kecelakaan tenggelam. Kami dari Balawista tetap bersiaga di sepanjang kawasan wisata pantai untuk memberikan pengamanan,” ungkap Kepala Operasional dan SDM Balawista Kabupaten Sukabumi Asep Edom, di Pos Pantai Istiqomah, Desa Citepus, Kecamatan Palabuhanratu, Senin (10/6/2019).

Balawista juga terus memperingatkan wisatawan supaya tidak berenang melewati garis aman pantai yang ditandai bendera warna merah. Asep berharap semua wisatawan mematuhi setiap peringatan yang disampaikan petugas pengamanan pantai.

“Semua kejadian laka laut disebabkan karena pengunjung tidak mengindahkan imbauan petugas yang sedang berjaga. Mereka nekat berenang terlalu ke tengah,” imbuhnya.

Dari pantauan magnetindonesia.co, sampai saat ini masih terdapat pengunjung yang mendatangi wisata Pantai di Palabuhanratu.

KontributorRizal
EditorSulaeman