Perempuan Paruh Baya Penderita Kanker Kulit Berharap Keajaiban

Atim (55), penderita kanker kulit warga Kampung Gunung Buleud, Desa Loji, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, hanya bisa pasrah dan berharap keajaiban. Foto: Magnet Indonesia/Indra Sopyan

SUKABUMI | MAGNETINDONESIA.CO – Atim (55), penderita kanker kulit warga Kampung Gunung Buleud, Desa Loji, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, berharap keajaiban. Perempuan paruh baya ini hanya bisa berdoa kepada Allah SWT agar penyakit yang menggerogotinya bisa hilang.

Apalagi untuk berobat medis, Atim sudah tak memiliki biaya. Suaminya, Pepen (55), hanya berpenghasilan pas-pasan sebagai buruh tani.

Kanker yang diderita Atim diawali lima tahun lalu. Saat itu terdapat benjolan kecil pada bagian payudara sebelah kiri. Atim pun lantas memeriksakan diri ke puskesmas setempat.

Makin lama benjolan cukup membesar. Tiga tahun berlalu, benjolan itu pun pecah. Atim sempat dirawat di RSUD Palabuhanratu bermodal BPJS Kesehatan. Namun tim medis di RSUD Palabuhanratu angkat tangan karena keterbatasan peralatan. Atim pun dirujuk ke RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi.

“Tapi kami tak punya biaya membawa ibu menggunakan ambulans ke RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi. Makanya ibu dibawa lagi pulang,” kata Ida (24), anak kedua pasangan Atim dan Pepen, Sabtu (8/6/2019).

Keluarga itu pun berharap ada uluran tangan dermawan membantu biaya pengobatan dan perawatan Atim. Termasuk campur tangan pemerintah agar memfasilitasi biaya medis.

“Kami hanya ingin ibu bisa kembali sehat seperti semula,” harapnya.

KontributorIndra Sopyan
EditorBardal