Ulama Harus Menguasai Ilmu Agama Hingga ke Akar-akarnya

KETUA MDS Rijalul Ansor Kabupaten Cianjur, KH Cepy Hibbatullah (kedua dari kiri) saat berkumpul dengan para ulama. Foto: Magnet Indonesia/Ruslan Ependi

CIANJUR | MAGNETINDONESIA.CO – Sejumlah ulama muda di Kabupaten Cianjur mengingatkan masyarakat agar bisa memilah dan memilih ulama. Artinya, masyarakat harus melihat kriteria ulama yang sepatutnya diikuti menyangkut persoalan agama.

“Belum tentu seorang selebritis yang sering tampil di media berbicara persoalan agama memahami akar keilmuan yang dibahasnya,” ungkap Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Hibbatussadiyyah, Cepy Hibbatullah, Jumat (31/5/2019).

Dalam persoalan kualitas keilmuan, kata dia, seorang yang menyandang predikat ulama adalah mereka yang sejak kecil sudah dididik dengan kaidah ilmu agama. Jalur ilmunya sambung-menyambung hingga ke ilmu yang diajarkan Nabi Muhammad menyangkut ilmu fiqih, akidah, ataupun tasawuf.

“Jenis ulama seperti inilah yang ilmu agamanya bisa dipertanggungjawabkan baik di dunia apalagi akhirat,” tambah Kyai Hibbat yang juga pimpinan MDS Rijalul Ansor Cianjur.

Menurut dia, masyarakat wajib ikut bersyukur apabila ada selebritis yang sudah bertobat. Ikuti proses jejak pertobatannya sebagai inspirasi. Namun soal ilmu agamanya harus bisa dipilah dan dipilih karena bisa dikatakan belum cukup matang.

Terkecuali yang Allah tetapkan sebagai seorang wali. Siapapun, dari manapun, dan dengan kondisi atau latar belakang apapun, bisa menjadi Waliyullah.

“Substansinya begini, ulama itu jelas jenjang pendidikan agamanya. Dari kecil hingga dewasa terus berkutat dengan ilmu-ilmu agama. Sedangkan predikat wali tidak. Siapa saja yang Allah kehendaki, maka jadilah dia seorang Wali,” tandasnya.

KontributorRuslan Ependi
EditorEddy Surya Wijaya