Jumlah Penumpang di Terminal Tipe B Palabuhanratu Belum Melonjak

TERMINAL Tipe B Palabuhanratu, relatif normal pada H-5 Idulfitri 1440 Hijriyah, Jumat (31/5/2019). Foto: Magnet Indonesia

SUKABUMI | MAGNETINDONESIA.CO – Jumlah penumpang di Terminal Tipe B Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, masih normal pada H-5 Idulfitri 1440 Hijriyah, Jumat (31/5/2019). Belum terpantau adanya peningkatan penumpang yang datang maupun berangkat dari terminal tersebut.

“Hingga saat ini penumpang yang datang masih normal,” ujar Kepala UPTD Pengelolaan Prasarana LLAJ Terminal Tipe B Palabuhanratu Dinas Perhubungan Provinsi Jabar, Asep Sumarna, kepada magnetindonesia.co, Jumat (31/5/2019).

Berdasarkan data Terminal Tipe B Palabuhanratu, pada Kamis (30/5/2019), jumlah angkutan umum yang berangkat terdiri dari 58 unit bus berukuran besar, 8 unit bus berukuran sedang, dan 21 elf. Jumlah penumpangnya terdata sebanyak 436 orang.

Sedangkan angkutan umum yang datang terdiri dari 63 unit bus berukuran besar antarkota antarprovinsi, 8 unit bus berukuran sedang, dan 21 unit elf. Jumlah penumpang yang datang sebanyak 639 orang.

“Untuk hari ini (Jumat) belum terlihat. Hasil pemantauan relatif sepi. Kemungkinan pada H-3 hingga H-2 diprediksi akan terjadi lonjakan penumpang,” tuturnya.

Asep menambahkan sejak beberapa hari terakhir terus diintensifkan pengecekan angkutan umum yang hendak berangkat maupun yang datang. Upaya itu dilakukan sebagai antisipasi terdapatnya kendaraan yang tak laik jalan sehingga berpotensi kecelakaan.

“Pemeriksaannya kami lakukan intensif. Sebelum berangkat kita laksanakan ramp check. Pun saat ada angkutan yang masuk ke terminal, kami langsung cek juga,” ungkapnya.

Jika terdapat kendaraan angkutan umum yang tidak layak jalan, Asep menyarankan kepada pengelola untuk memperbaikinya. Sehingga, keselamatan penumpang tetap menjadi prioritas selama arus mudik dan balik Idulfitri 1440 Hijriah.

“Kalau ditemukan kendaraan tak laik jalan, kami sarankan segera masuk ke pul untuk diperbaiki. Tapi alhamdulillah, sejauh ini belum ditemukan bus yang tak layak jalan,” tandasnya.

KontributorEndi Nasrulah
EditorSulaeman