Warga Ciemas Sulap Limbah Jadi Produk Kerajinan Bernilai Ekonomis

TEKO dan gelas terbuat dari limbah bambu hasil kerajinan tangan warga asal Desa Ciwaru, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi. Foto: Magnet Indonesia/m Rizal J

SUKABUMI | MAGNETINDONESIA.CO – Berbagai jenis sampah yang berserakan di kawasan pantai di Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, dimanfaatkan sejumlah warga menjadi produk bernilai ekonomis. Sampah-sampah itu disulap jadi produk kerajinan unik.

Adalah Yudi (40), warga Kampung Ciloa, Desa Ciwaru, Kecamatan Ciemas. Ide cemerlangnya muncul saat melihat limbah berserakan di kawasan pantai yang ada di Ciletuh-Palabuhanratu UNESCO Global Geopark itu.

Yudi menyulap limbah dari kayu itu menjadi seperangkat alat minum seperti teko dan gelas.

“Awalnya iseng. Saya bikin asbak dan tempat sendok. Kemudian ada teman yang tertarik. Lalu dibeli. Dari sana saya kemudian berkreasi. Baru tiga bulan menggeluti kerajinan ini,” kata Yudi, kepada magnetindonesia.co, Minggu (26/5/2019).

Karena terbilang baru, alat yang digunakan pun relatif sederhana. Dalam sehari ia mampu membuat satu set peralatan minum yaitu satu teko, tempat gelas, serta satu nampan.

Selain membuat gelas, Yudi juga membuat kerajinan patung dari limbah potongan pohon kelapa yang diambilnya dari pantai. Tak hanya memanfaatkan limbah, terkadang ia juga membeli bambu sendiri. Untuk harga satu gelas dirinya menjual dengan Rp10 ribu dan satu set gelas, teko, dan nampan dijual Rp250 ribu. Sedangkan ukiran patung dijual seharga Rp250 ribu.

“Pemasaran lewat medsos. Alhamdulillah yang pesan ada dari Karawang dan Bogor. Di rumah juga saya pajang,” tandasnya.

KontributorM Rizal Jalaludin
EditorBardal