Terminal Tipe B Palabuhanratu Bersiap Hadapi Mudik Lebaran

TERMINAL Palabuhanratu masih terlihat sepi penumpang dari daerah luar yang akan mudik ke kampung halamannya. Foto: Magnet Indonesia

SUKABUMI | MAGNETINDONESIA.CO – Lonjakan penumpang saat arus mudik diprediksi terjadi di Terminal Tipe B Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi. Berbagai persiapan pun sejak saat ini mulai dilakukan, seperti pengecekan rambu-rambu lalu lintas, penerangan jalan umum (PJU), maupun pemeriksaan armada angkutan umum.

“Semua upaya yang berkaitan dengan persiapan sudah kami lakukan,” terang Kepala UPTD Pengelolaan Prasarana LLAJ Terminal Tipe B Palabuhanratu Dinas Perhubungan Provinsi Jabar, Asep Sumarna, Sabtu (25/5/2019).

Pengelolaan Terminal Tipe B Palabuhanratu berada di bawah kewenangan Pemprov Jabar. Asep juga mengaku terus berkoordinasi dengan perusahaan-perusahaan otobus agar mempersiapkan armada mereka menghadapi arus mudik Idulfitri 1440 Hỉjriyah.

“Jauh-jauh hari kami periksa kendaraan yang akan beroperasi mengangkut pemudik dari luar daerah. Termasuk memberikan imbauan kepada para awak kendaraan agar saat beroperasi tidak dalam pengaruh alkohol maupun narkoba,” tegasnya.

Saat ini bus jurusan Palabuhanratu-Sukabumi dan Palabuhanratu-Bogor yang beroperasi hanya sekitar 65 unit setiap hari. Sedangkan minibus jurusan Palabuhanratu-Sagaranten, Cikotok, Cikidang, dan Ciwaru baru sebanyak 48 unit. Asep mengungkapkan, selama ini belum ada penambahan armada bus di Terminal Palabuhanratu.

“Penambahan armada baru sih memang ada sebanyak 2 unit jenis Elf. Kendaraan itu milik Damri untuk melayani rute Cikidang-Palabuhanratu,” kata Asep.

Menurut Asep, Terminal Palabuhanratu sifatnya hanya menurunkan dan menunggu kedatangan penumpang dari luar daerah yang akan pulang ke kampung halamannya. Diprediksi, lonjakan penumpang akan terjadi pada H-7 Lebaran.

“Biasanya puncak kedatangan arus penumpang di Terminal Palabuhanratu terjadi pada H-5 sampai H-2 Lebaran. Tapi perlu diketahui juga, di Palabuhanratu tidak ada pemudik menuju ke luar daerah,” tandasnya.

ReporterGiri Trisna Martin
EditorEddy Surya Wijaya