Kawasan Pantai Loji Simpenan Mirip ‘Lautan Sampah’

PANTAI Loji di Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, dipenuhi sampah plastik dan kayu-kayuan yang terbawa ombak ke daratan. Foto: Magnet Indonesia

SUKABUMI | MAGNETINDONESIA.CO – Geopark Ciletuh-Palabuhanratu sudah ditetapkan menjadi UNESCO Global Geopark. Sayang, meskipun sudah diakui dunia internasional, tetapi salah satu kawasannya di Pantai Loji, Desa Loji, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, masih berserakan berbagai jenis sampah bekas botol mineral, plastik, kayu-kayuan, dan juga sisa material batu bara.

“Sayang, kondisi Pantai Loji kembali kumuh oleh sampah. Bahkan sekarang lebih parah dari sebelumnya. Ini perlu segera ada penanganan khusus dari pemerintah dan masyarakat,” kata Hendra Herdiansyah (42), salah seorang pengunjung yang sedang menunggu waktu berbuka puasa, Minggu (19/5/2019).

Selama berkunjung ke Pantai Loji, jelas Hendra, terkesan tak ada penataan lingkungan. Kawasan tersebut tetap saja kumuh. Padahal, selama ini pemerintah daerah dan elemen lainnya kerap membersihkan kawasan pantai agar bersih.

“Harus dicari lagi solusi tepat dari pemda. Bisa dibuatkan breakwater (pemecah ombak). Bisa juga disediakan alat pembersih sampah yang berserakan di pantai seperti di Bali,” cetusnya.

Sementara itu, anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Sukabumi Leni Liawati, mengaku prihatin dengan kondisi Pantai Loji yang banyak dipenuhi sampah. Komisi IV, kata dia, sudah membahas persoalan kebersihan di setiap objek wisata bersama Dinas Pariwisata agar berkoordinasi dengan dinas terkait dalam penanganan sampah, satu di antaranya Pantai Loji.

“Sangat miris sekali. Ini perlu ditangani serius oleh semua pihak. Sebab, Pantai Loji merupakan destinasi wisata yang selalu ramai dikunjungi wisatawan saat libur panjang maupun libur akhir pekan,” ujar Leni.

Ia juga menekankan penanganan sampah tak hanya di Pantai Loji saja, tapi di seluruh objek wisata terutama kawasan pantai yang berpotensi banyak dikunjungi wisatawan.

“Masalah kebersihan di objek wisata harus diperhatikan. Karena selain merusak keindahan, juga bisa mengganggu kesehatan,” jelasnya.

ReporterGiri Trisna Martin
EditorSulaeman