Lelaki Berkalung Tasbih Tewas di Pesisir Pantai Sereg Cianjur

MAYAT laki-laki tanpa identitas dievakuasi ke Puskesmas Sindangbarang untuk divisum. Foto: Magnet Indonesia/Ruslan Ependi

CIANJUR | MAGNETINDONESIA.CO – Warga Desa Mekarlaksana, Kecamatan Sindangbarang, Kabupaten Cianjur, terkejut mendapati sesosok mayat lelaki tergeletak di pesisir Pantai Sereg, Kamis (16/5/2019). Saat ditemukan, mayat lelaki itu masih mengenakan baju koko berwarna krem dan celana pangsi serta peci warna putih.

Informasinya, sebelum ditemukan meninggal dunia di pesisir pantai, sehari sebelumnya atau pada Rabu (15/5/2019), mendiang sempat menitipkan sepeda motor Honda Supra Pit bernopol F 4928 WP kepada salah seorang warga.

Warga tak ada yang mengenal lelaki itu. Mendiang memiliki ciri fisik bertinggi badan 160 cm, berat badan 60 kg, warna kulit sawo matang, dan rambut lurus pendek. Pada bagian lehernya terdapat tasbih yang dikalungkan.

“Pada malam Kamis sekitar pukul 19.00 WIB, saya sempat kedatangan lelaki itu. Tapi saya gak kenal. Ia hanya menitipkan sepeda motornya di warung,” kata Sodikin (66) pemilik warung di sekitar lokasi temu mayat.

Sodikin mengiyakan permintaan itu. Lelaki itu pun pergi berjalan kaki ke arah Pantai Sereg.

“Setelah itu, saya tidak tahu apa-apa lagi,” jelas dia.

Warga beramai-ramai mendatangi lokasi temu mayat. Hingga akhirnya dilaporkan ke Polsek Sindangbarang.

Kapolsek Sindangbarang AKP Nandang mengatakan tidak ada identitas yang memastikan siapa lelaki tersebut. Saat ditemukan, lanjut Nandang, tangan kanannya memegang botol air mineral berisi kopi hitam dan tangan kiri memegang kresek hitam berisi nasi. Lalu pada saku baju sebelah kiri berisi senter kecil.

“Hasil pemeriksaan dokter Puskesmas Sindangbarang, pada tubuh korban ditemukan sejumlah luka lecet di sebelah kiri dan kanan badan. Selain itu ada juga lecet di kemaluan, serta lecet di dahi seperti bekas benturan atau gesekan benda tumpul. Tidak ditemukan luka bekas benda tajam, dan tidak mengeluarkan darah,” terang Nandang.

KontributorRuslan Ependi
EditorHafiz Nurachman