Polres Sukabumi Siap Kerahkan 600 Personel Amankan Operasi Ketupat Lodaya 2019

FOTO bersama usai rapat koordinasi lintas sektoral Operasi Ketupat Lodaya 2019 di Mapolres Sukabumi, Rabu (15/5/2019). Foto: Magnet Indonesia/RJ

SUKABUMI | MAGNETINDONESIA.CO – Polres Sukabumi akan mengerahkan hampir 600 personel dalam pengamanan Operasi Ketupat Lodaya 2019. Berbagai persiapan pun sudah mulai dilakukan dari sekarang, utamanya mengantisipasi kemacetan kendaraan di titik-titik tertentu.

“Pasti, pengamanan akan melibatkan TNI serta elemen lainnya dari pemerintah daerah selama Operasi Ketupat Lodaya 2019,” kata Kapolres Sukabumi AKBP Nasriadi kepada wartawan usai rapat koordinasi lintas sektoral Operasi Ketupat Lodaya 2019 di Mapolres Sukabumi, Rabu (15/5/2019).

Selama Operasi Ketupat Lodaya 2019, Polres Sukabumi menyiapkan sejumlah pos pengamanan. Salah satunya pos pam di gerbang keluar tol Bocimi mengantisipasi penumpukan kendaraan.

“Ada juga pos pam wisata di jalur menuju tempat wisata pantai serta geopark yang menjadi salah satu sasaran utama wisatawan,” ujar Nasriadi.

Untuk wilayah rawan kecelakaan, Nasriadi mengingatkan masyarakat waspada. Satu di antaranya di jalur Cikidang dan jalur Loji.

“Kondisi jalan di sana cukup ekstrem. Bus 3/4 dilarang masuk jalur Cikidang. Kami tidak ingin kejadian yang sama kembali terulang. Kami imbau bus yang akan melalui jalur Cikidang agar berhenti di Parungkuda dan mengalihkan penumpangnya ke kendaraan kecil seperti angkot dan sejenisnya,” papar dia.

Kegiatan rutin lainnya yakni pengecekan kendaraan dan kesehatan awak kendaraan. Langkah itu ingin memastikan kelayakan kondisi kendaraan dan sopir dalam kondisi sehat serta tidak sedang mengonsumsi narkoba.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sukabumi, Lukman Sudrajat, menambahkan terdapat sejumlah titik jalur mudik rawan kemacetan, rawan kecelakaan, dan rawan bencana.

“Di jalur rawan kemacetan, kami lakukan rekayasa lalu lintas. Untuk jalur rawan kecelakaan kami pasang rambu-rambu. Selama mudik angkutan barang tidak boleh melintas, kecuali angkutan ternak, bahan pokok, BBM, serta truk-truk pengangkut motor. Bagi pengemudi yang melanggar kami akan lakukan pendekatan terlebih dulu,” tandasnya.

KontributorRizal Jalaludin
EditorHafiz Nurachman