Merasa Teraniaya, Ribuan Pedagang PIC Gelar Istigasah

PARA Pedagang Pasar Induk Cianjur (PIC) menggelar Istigasah usai salat Jumat di Mesjid Al-Muchtar, mengadukan nasib mereka yang merasa dikhianati dan dibohongi Plt Bupati Cianjur, Herman Suherman. Foto: Magnet Indonesia/Ruslan Ependi

CIANJUR | MAGNETINDONESIA.CO – Ribuan pedagang Pasar Induk Cianjur (PIC) menggelar istigasah usai melaksanakan salat Jumat di Mesjid Al-Muchtar, Jumat (10/5/2019). Mereka berdoa bersama meminta petunjuk Allah SWT soal nasib yang kini terkesan terkatung-katung usai direlokasi pada 2015 lalu.

“Dulu kami direlokasi dengan harapan bisa mendapatkan penghasilan lebih baik di PIC. Tapi kenyataannya tak sesuai harapan,” tegas Ketua Dewan Pengurus PIC, Hud Alaidrus,

Berbagai komitmen yang dulu dijanjikan Pemkab Cianjur kepada para pedagang hanya isapan jempol belaka. Jalur angkutan kota misalnya, sampai sekarang tidak jelas trayeknya sehingga mengakibatkan pembeli ogah ke PIC.

Kemudian janji menertibkan para pedagang di lapak kaki lima di eks Pasar Bojongmeron dan di kawasan Kafe Cianjur. Termasuk tidak akan mengizinkan digelarnya Bazar Ramadan.

“Tapi janji-janji itu tak dipenuhi. Bahkan informasinya Bazar Ramadan diizinkan digelar di tengah kota,” ucapnya.

Pada Rabu (8/5/2019), digelar pertemuan di Mako Polres Cianjur membahas kegiatan Bazar Ramadan. Para pedagang, tegas Hud, tetap menolak adanya Bazar Ramadan. Namun keinginan itu diduga tak digubris Plt Bupati Cianjur Herman Suherman.

“Tahu-tahu, Plt Bupati memberikan izin operasi Bazar Ramadan. Pak Herman mau mengadu domba masyarakat pasar atau bagaimana? Sebagai seorang pemimpin, dia telah gagal. Kami masyarakat pasar yang teraniaya oleh kebijakannya mengutuk keras perilaku pemimpin seperti itu,” tegas Hud yang juga Ketua FPI Kabupaten Cianjur ini.

Kontributor:   Ruslan Ependi
Editor:   Sulaeman