Hari Pertama Operasi Pekat Lodaya, Polisi Amankan Puluhan Ribu Butir Petasan

PETUGAS Polsek Cicurug menyita ribuan butir petasan dari para pedagang di Kecamatan Cicurug. Foto: Magnet Indonesia

SUKABUMI | MAGNETINDONESIA.CO – Peredaran petasan jadi objek sasaran Operasi Pekat Lodaya 2019 yang digelar Polres Sukabumi, Kamis (9/5/2019). Hasil razia di sejumlah wilayah, polisi mengamankan puluhan ribu petasan yang siap jual.

“Hari ini jajaran kami di tiap polsek melaksanakan Operasi Pekat Lodaya 2019 secara serentak. Kegiatan ini akan berlanjut selama Ramadan agar suasana kamtibmas kondusif dan terkendali,” ujar Kapolres Sukabumi AKBP Nasriadi, Kamis (9/5/2019).

Polsek Palabuhanratu, Polsek Kalapanunggal, Polsek Parakansalak, Polsek Cicurug, dan Polsek Jampangkulon dibantu Satpol PP dan TNI di tiap kecamatan telah melaksanakan operasi pekat hari pertama di wilayah hukum masing-masing. Sasaran giat selama Ramadan 1440 Hijriyah itu lebih kepada operasi yakni curas, curat, curanmor, petasan, senpi, sajam, miras, dan prostitusi.

Di Pasar Kamis di Kecamatan Kalapanunggal petugas kepolisian mengamankan barang bukti 1.800 butir petasan korek dan 5.460 butir petasan superior/cengek renteng. Di wilayah hukum Polsek Jampangkulon juga petugas menyita 1.000 butir petasan korek dari pedagang di Pasar Cinagen.

Di wilayah hukum Polsek Parakansalak, polisi berhasil menyita sebanyak 180 pak petasan jenis korek dan 100 pak petasan superior. Sedangkan petugas Polsek Cicurug turut mengamankan sebanyak 11 rol petasan besar atau 1.100 butir, dan 17.000 butir petasan cabe.

Di Palabuhanratu sendiri diamankan sebanyak 10.850 butir petasan korek dan 10 buah petasan golong ukuran sedang. Kedua jenis petasan itu disita dari dua penjual di Pasar Semimodern Palabuhanratu.

Sasaran operasi pekat ke para pedagang petasan di pasar-pasar maupun di pinggiran toko. Barang bukti petasan hasil sitaan petugas itu akan dimusnahkan dengan cara disiram air di masing-masing polsek.

“Kami juga telah memberikan arahan agar mereka tidak berjualan petasan, karena dapat mengganggu kenyamanan masyarakat,” tandas Nasriadi.

Reporter:   Kemal Vasha
Editor:   Sulaeman