Longsor Dominasi Bencana di Sukabumi Selama April

KEPALA BPBD Kabupaten Sukabumi Iyos Somantri meninjau lokasi bencana pergeseran tanah di Kampung Gunungbatu, Desa Kertaangsana, Kecamatan Nyalindung. Foto: Dok Magnet Indonesia

SUKABUMI | MAGNETINDONESIA.CO – Longsor masih mendominasi kejadian bencana di Kabupaten Sukabumi selama April. Data Pusat Pengendalian dan Operasi BPBD Kabupaten Sukabumi, selama April terjadi 35 kali tanah longsor di sejumlah kecamatan.

“Kalau secara keseluruhan, bencana di Kabupaten Sukabumi pada April sebanyak 68 kali,” kata Kasi Kedaruratan BPBD Kabupaten Sukabumi Eka Widiaman kepada wartawan, Rabu (8/5/2019).

Selain longsor, terjadi juga banjir sebanyak 9 kejadian, kebakaran 8 kejadian, angin kencang 2 kejadian, dan pergerakan tanah 2 kejadian. Bencana terakhir yakni pergerakan tanah di Kampung Gunungbatu, Desa Kertaangsana, Kecamatan Nyalindung.

Berbagai bencana yang terjadi berdampak terhadap 153 kepala keluarga (KK) atau 476 jiwa. Sedangkan 110 KK atau 354 jiwa mengungsi. Puluhan kali bencana selama April juga berdampak terhadap 155 unit bangunan rumah. Sebanyak 25 rusak berat, 70 rusak sedang, 3 rusak ringan, dan 55 terancam.

“Kami sudah melakukan pengecekan ke lapangan untuk penanggulangan dan pencegahan di daerah rawan potensi bencana. Sebagian warga yang terkena bencana sudah kita berikan bantuan,” ungkap Eka.

Bencana alam yang terjadi di beberapa wilayah di Kabupaten Sukabumi mengalami kerugian material cukup besar. Sebab, banyak bangunan rumah warga yang rusak terdampak bencana.

“Bencana tidak bisa kita hindari karena sudah menjadi hukum alam, tapi waspada dan antispasi perlu dilakukan supaya tidak menimbulkan korban jiwa,” ingatnya.

Reporter:   Giri Trisna Martin
Editor:   Bondan Prakoso