Tongkang Pengangkut Batu Bara Karam, Warga Cipatuguran Resah

BATU bara dari atas tongkang tumpah hingga berserakan di Pantai Cipatuguran, Kelurahan/Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi. (Dok Foto Magnet Indonesia)

SUKABUMI | MAGNETINDONESIA.CO – Kapal tongkang pengangkut batu bara karam di perairan Teluk Palabuhanratu, Minggu (28/5/2019) sekitar pukul 23.00 WIB. Warga sekitar pun mulai resah karena material batu bara berserakan di Pantai Cipatuguran.

“Waktu itu ombak cukup deras, makanya terbawa ke pinggir pantai. Sekarang di Pantai Cipatuguran banyak berserakan batu bara. Saya khawatir batu bara ini bisa menimbulkan bibit penyakit sehingga berdampak kepada warga,” ujar Ketua RW 21 Kampung Cipatuguran, Ujang Sudira, kepada wartawan, Senin (6/5/2019).

Batu bara itu sedianya akan diangkut ke PLTU 2 Jabar Palabuhanratu. Ujang mengaku tumpahan batu bara mulai banyak berserakan di pantai sejak Sabtu (4/5/2019) sekitar pukul 12.00 WIB saat ombak besar.

Warga berinisiatif membersihkan batu bara yang berserakan. Mereka mengumpulkannya di tempat steril. Namun terdapat sebagian batu bara terbawa ombak lagi ke tengah perairan.

“Sejak banyak tumpahan batu bara di pantai, kami pun mengimbau warga dan anak-anak dilarang mandi di pinggir pantai khawatir terjadi gatal-gatal dan lain sebagainya,” tutur Ujang.

Tokoh masyarakat Kampung Cipatuguran pun telah melayangkan surat konfirmasi kepada agen tongkang agar menyelesaikan persoalan yang terjadi di Pantai Cipatuguran.

“Sudah sepekan ini belum ada jawaban dari agen tongkang. Kami hanya menuntut tanggung jawab dari pemilik tongkang. Termasuk sample air sumur warga dan air laut yang sudah diambil Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukabumi, sampai saat ini belum ada laporan hasil laboratoriumnya kepada kami. Padahal orang DLH menjanjikan hasil lab akan keluar selama tiga hari,” tandasnya.

Kontributor:   Yana Suryana
Editor:   Sulaeman