Hampir Sebulan Jembatan Cimaragang Terputus, Aktivitas Warga Tersendat

SEBUAH truk pengangkut hasil bumi menyeberangi sungai menggunakan papan kayu sebagai bantalan penyeberangan darurat menuju tiga desa di Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur. Foto: Magnet Indonesia/Ruslan Ependi

CIANJUR | MAGNETINDONESIA.CO – Jembatan Cimaragang di Desa Gelarpawitan, Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur, hampir sebulan ini terputus. Penyebabnya, konstruksi jembatan hanyut diterjang banjir bandang saat hujan deras pada Sabtu (13/4/2019) lalu.

“Aktivitas warga jadi lumpuh total,” kata Kepala Desa Gelarpawitan, Alih Sutisna, kepada wartawan, Senin (6/5/2019).

Sekitar 5 ribuan warga desa tersebut nyaris tak bisa beraktivitas. Padahal, sebagian besar masyarakat memanfaatkan jembatan untuk menjual hasil bumi ke daerah lain.

“Motor sudah tak bisa lewat, apalagi mobil karena jembatannya ambruk,” tuturnya.

Jembatan itu juga jadi penghubung ke Desa Neglarasi dan Cimaragang. Saat ini masyarakat nekat melintasi arus sungai yang ditopang kayu sebagai jembatan darurat.

“Sudah kami ajukan proposal ke pemerintah agar segera diperbaiki. Kalau diperbaiki pakai Dana Desa tidak akan cukup,” tandasnya.

Ojang (50), warga setempat, mengaku kesulitan menjual hasil bumi ke daerah lain karena tidak terdapatnya jembatan. Namun ia memaksakan diri melintasi arus sungai karena panen hasil bumi harus segera dijual.

“Kalau gak gini, hasil bumi saya mau dikemanakan,” tegasnya.

Kepala Seksi Perencanaan Preservasi Jalan pada Bidang Preservasi Jalan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Cianjur, Femi, mengatakan rencana pembangunan kembali Jembatan Cimaragang kemungkinan besar bisa terlaksana dalam waktu tidak lama lagi karena masuk dalam kategori tanggap darurat kebencanaan.

“Bagiannya ada pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Cianjur. Coba saja cek, betul atau tidaknya soalnya saya sendiri cuma lihat sekilas,” singkat Femi.

Kontributor:   Ruslan Ependi
Editor:   Hafiz Nurachman