UIN Raden Intan Lampung Ajak Generasi Muda Perangi Berita Hoaks

UNIT Kegiatan Mahasiswa Qori Quriah Mahahasiswa (Hiqma) UIN Raden Intan Lampung menggelar Milad ke-19 di Aula Serbaguna Fakultas Syariah UIN Raden Intan Lampung, Sabtu (13/4/2019). Foto: Magnet Indonesia

LAMPUNG | MAGNETINDONESIA.CO – Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung mengharapkan para generasi muda saat ini tidak terpancing dengan berita-berita berkonten hoaks dan fitnah yang makin masif di media sosial. Karena itu, civitas akademika UIN Raden Intan meminta para generasi muda bisa bersama-sama menangkal dan memerangi hoaks, fitnah, maupun ujaran kebencian di media sosial.

“Hoaks sangat berbahaya dan bisa merusak mental bangsa,” tegas akademisi UIN Raden Intan Lampung, Tajudin Nur, saat Milad ke-19 Unit Kegiatan Mahasiswa Qori Quriah Mahasiswa (Hiqma) yang dihadiri sekitar 350 orang di Aula Serbaguna Fakultas Syariah UIN Raden Intan Lampung, Sabtu (13/4/2019).

Pentingnya menangkal dan memerangi hoaks, kata Tajudin, karena efek yang ditimbulkan. Hoaks bisa memecah-belah bangsa karena antarsesama bangsa saling menjelekkan satu sama lain.

“Sering juga hoaks ini digunakan untuk menyerang dan menjelek-jelekan pemerintah. Ini berbahaya,” ucapnya.

Apalagi bersamaan Pemilu 2019, lanjut dia, serangan hoaks, fitnah, dan ujaran kebencian makin merajalela. Butuh kebersamaan untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dari efek yang ditimbulkan hoaks, terutama di media-media sosial.

“Kita sukseskan Pemilu 2019 ini dengan damai untuk membangun demokrasi Indonesia bermartabat,” tandasnya.

Tokoh agama Lampung, Al Habib Kamal bin Thohir, mengatakan Islam akan menjadi baik jika generasinya baik. Dia pun mengimbau agar generasi muda bisa menggunakan medsos dengan positif.

“Jangan sampai medsos dapat melemahkan iman dengan menyebarkan isu hoaks dan informasi bersifat provokatif,” ujar Habib Kamal.

Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Raden Intan, Rubhan Masykur, mengatakan medsos harus digunakan untuk kegiatan yang dapat menunjang mahasiswa seperti halnya publikasi kegiatan UKM dalam rangka meningkatkan mutu dan prestasi. Dengan publikasi kegiatan-kegiatan positif, maka masyarakat dapat melihat medsos bukan merupakan media yang hanya menyebarkan hoaks.

“Medsos harus bermanfaat bagi masyarakat khususnya mahasiswa,” pungkasnya.

KontributorImam Mustofa
EditorBardal