Radikalisme dan Hoaks Jadi Bahasan FGD Polres Sukabumi

KEGIATAN Focus Group Discussion (FGD) Satgas Nusantara Polres Sukabumi membahas berbagai persoalan menjelang pemilihan presiden dan wakil presiden di Grand Inna SBH Palabuhanratu, Kamis (28/3/2019). Foto: Magnet Indonesia

SUKABUMI | MAGNETINDONESIA.CO – Paham radikalisme termasuk penyebaran berita hoaks terpantau marak bermunculan dalam kehidupan masyarakat. Tema itu jadi bahasan dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Satgas Nusantara Polres Sukabumi bersama Pemkab Sukabumi, tokoh agama, dan tokoh masyarakat di Grand Inna Samudra Beach Hotel Palabuhanratu, Kamis (28/3/2019).

Dalam kegiatan bertema Membangun Nasionalisme dan Patriotisme Generasi Muda dalam Era Globalisasi itu, Kapolres Sukabumi AKBP Nasriadi, mengatakan kegiatan FGD bertujuan memberikan pengetahuan bahaya paham radikalisme dan menjauhkan dari bahaya berita hoaks yang saat ini marak bermunculan di tengah-tengah masyarakat.

“Sebentar lagi kita akan melaksanakan pemilihan presiden dan wakil presiden. Dalam menggunakan sosial media harus bijak dan memahami betul berita-berita yang muncul. Jangan biarkan berita hoaks itu menjadi konsumsi pengguna sosmed. Masyarakat juga harus cerdas dalam menerima setiap informasi yang beredar di sosmed menjelang Pemilu 2019 ini,” tegas Nasriadi, di sela-sela kegiatan FGD.

Narasumber dari Kementerian Agama Kabupaten Sukabumi, Abas Resmana, mengatakan saat ini semakin mendekatinya Pemilu 2019 banyak beredar ujaran kebencian di sosmed. Kondisi itu, kata dia, dapat memecah-belah persatuan antarumat beragama.

“Kita sebagai umat beragama di Indonesia selalu hidup berdampingan, rukun, dan menjaga toleransi. Tapi jangan gara-gara karena kita berbeda pilihan, lantas saling melukai sesama warga negara Indonesia. Itu jangan sampai terjadi di negara kita ini,” ujarnya.

Pengamat politik Sukabumi, Asep Deni, menambahkan fungsi demokrasi di Indonesia menjamin adanya keikutsertaan rakyat dalam kehidupan bernegara, tetap tegaknya NKRI, tegaknya hukum yang bersumber pada Pancasila, dan menjamin adanya pemerintahan yang bertanggung jawab. Selain itu, tertib politik, tertib sosial, kekuatan politik terkanalisasi, meredanya konflik, bekerjanya mesin politik negara, dan adanya dukungan masyarakat yang optimal.

“Lebih penting yang harus dilakukan kaum muda dalam berdemokrasi yaitu berpartisipasi ikut memilih, menjadi pemilih rasional, menjadi pemantau independen, dan mengawasi hasil Pemilu,” tandasnya.

Reporter:   Kemal Vasha/Indra Sopyan
Editor:   Eddy Surya Wijaya