Beton Penahan Tebing di Panembong Roboh

BETON penahan tebing ambrol akibat tak kuat menahan laju air resapan dari pesawahan. Foto: Magnet Indonesia/Ruslan Ependi

CIANJUR | MAGNETINDONESIA.CO – Bangunan beton penahan tebing di Panembong, Desa Mekarsari, Kecamatan/Kabupaten Cianjur roboh. Penyebabnya diduga akibat tidak kuat menahan laju air resapan dari pesawahan di atasnya.

Ibrahim (42), petugas pengamanan di Perumahan BLK Residence, mengatakan kejadian robohnya beton penahan tebing sudah hampir sebulan lalu.

“Setahu saya, belum ada pejabat yang mengontrol ke lokasi beton roboh,” ujarnya, Kamis (28/3/2019).

Dari penelusuran reporter magnetindonesia.co di lapangan, bangunan atas beton tembok penahan tebing memiliki panjang sekitar 10 meter dari lokasi. Kondisinya sudah retak-retak hampir satu meter dari ujung bibir sungai.

Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Cianjur, Wiguno Prihartono, menjelaskan kemungkinan robohnya TPT tersebut akibat terlalu banyaknya volume air resapan yang berasal dari pesawahan.

“Akan kita cek nanti ke lokasi,” jelasnya.

Apabila resapan air itu tidak menyebar, kata dia, ada kemungkinan beton tersebut tidak akan runtuh. Selain itu, air resapan juga sudah diantisipasi dengan pembuangan air berupa paralon yang tersebar di tengah-tengah beton.

“Hasil uji lab di atas K-225. Itu ukuran kualitas beton standar,” katanya.

Kegiatan pembangunan TPT tersebut memang dilaksanakan di akhir 2017 lalu dengan nilai Rp4 miliar lebih.

Menyangkut kondisi retakan di atas beton, lanjut Wiguno, diakibatkan proses betonisasi yang berbeda waktu pengerjaannya dengan pengecoran jalan oleh masyarakat setempat.

“Batas kegiatan betonisasi kita kurang lebih 1 meteran dari bibir sungai. Nah, sisanya oleh masyarakat untuk akses mobil. Jadi ada pemisahan atau retakan,” tandas Wiguno.

Kontributor:   Ruslan Ependi
Editor:   Bondan Prakoso