Rawan Bencana, Kabupaten Sukabumi Berada di Daerah Ring of Fire

DEWAN Ketahanan Nasional (Wantanas) sedang berdialog dengan jajaran Pemkab Sukabumi menyangkut mitigasi bencana di Pendopo Palabuhanratu, Rabu (13/3/2019). Foto: Magnet Indonesia

SUKABUMI | MAGNETINDONESIA.CO – Kabupaten Sukabumi berada di daerah cincin api (ring of fire). Kondisi itu membuat wilayah terluas kedua di Jawa dan Bali ini rawan kebencanaan.

Bahkan, di Kabupaten Sukabumi terdapat satu sesar (patahan) yang bisa mengakibatkan terjadinya gempa bumi. Di Jawa Barat sendiri, seperti diungkapkan Dewan Ketahanan Nasional (Wantanas), terdapat tiga sesar yakni Cimandiri, Lembang, dan Cibalimbing.

“Sejauh ini penanganan mitigasi bencana di Kabupaten Sukabumi sudah cukup baik. Tapi kami (Wantanas) terus fokus melakukan mitigasi bencana. Salah satunya di Kabupaten Sukabumi. Pemerintah memandang perlu memberikan perhatian khusus dalam penanganan bencana ini,” kata staf ahli Wantanas Bidang Sosial Budaya, Laksamana Muda TNI Manahan Simorangkir, di Pendopo Palabuhanratu, Rabu (13/3/2019).

Wilayah yang cukup tinggi potensi gempa di Kabupaten Sukabumi salah satunya di Palabuhanratu. Daerah ini dilintasi Sesar Cimandiri yang aktif. Lokasinya berhadapan dengan pantai selatan di zona agresi yang bisa bergerak.

“Kami akan pelajari secara detail mengenai Sesar Cimandiri. Nanti kami update secara berkala setiap lima tahun mengenai Sesar Cimandiri, termasuk memberikan informasi aktual kepada masyarakat,” jelasnya.

Sejauh ini Wantannas mengemban tugas memberikan masukan kepada presiden dan anggota DPR RI. Satu di antaranya mengenai ancaman geografi seperti gempa, kebakaran, longsor, dan lainnya.

Wakil Bupati Sukabumi, Adjo Sardjono mengatakan, Kabupaten Sukabumi berpotensi rawan bencana. Posisinya berada pada 4 besar di Jabar dan 6 besar di Indonesia. Karena itu, perlu segera dilakukan mitigasi bencana, apalagi terdapat temuan Sesar Cimandiri yang berpotensi terjadi gempa.

“Memang daerah kita rawan bencana. Mitugasi bencana yang dilakukan Wantanas sangat membantu Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD). Sehingga bencana longsor yang pernah terjadi di Kedusunan Cimapag, Desa Sinaresmi, Kecamatan Cisolok, tidak terulang kembali di Kabupaten Sukabumi,” beber Adjo.

Pemkab Sukabumi melalui BPBD telah menyosialisasikan desa siaga bencana di 381 desa. Hanya saja, apabila setiap desa dipasang alat deteksi bencana sangat tidak mungkin karena memerlukan anggaran yang cukup besar. (adv)

Reporter:   Asep D 
Editor:   Eddy Surya Wijaya