Puluhan Nelayan Sukabumi Belajar Fish Apartement ke Kabupaten Cirebon

PULUHAN nelayan dari berbagai daerah di pesisir selatan Sukabumi sedang mendengarkan paparan dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sukabumi sebelum berangkat ke Kabupaten Cirebon melakukan studi banding kaji terap fish apartement. Foto: Ist

SUKABUMI | MAGNETINDONESIA.CO – Puluhan nelayan tergabung dalam beberapa kelompok akan berangkat menuju Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Cangkol di Kabupaten Cirebon, Selasa (12/3/2019).

Mereka diberangkatkan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sukabumi dengan tujuan studi banding atau kaji terap menyangkut alat tangkap ikan jenis rumpon atau fish apartement.

“Dini hari nanti kami berangkatkan sebanyak 24 orang nelayan ke TPI Cangkol di Kabupaten Cirebon. Mereka berasal dari Cisolok, Loji, Mandrajaya, dan Palabuhanratu,” terang Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sukabumi, Abdul Kodir, didampingi Kepala Bidang Perikanan Tangkap, Ayom Budi Prasetio, kepada magnetindonesia.co, Senin (11/3/2019) petang.

Pemilihan Kabupaten Cirebon sebagai tempat kaji terap fish apartement didasari pertimbangan daerah itu sudah berhasil menerapkan pola tangkap ikan melalui rumpon. Apalagi sampai sekarang Kabupaten Cirebon dikenal sebagai produsen terasi (belacan).

“Kegiatannya hanya satu hari. Hasil menyerap ilmu di sana nanti harus diterapkan di Kabupaten Sukabumi,” tuturnya.

Fish apartement adalah rumah ikan yang berfungsi sebagai tempat memijaknya ikan (spowning ground). Fish apartement bisa juga tempat bermainnya ikan terutama bagi ikan-ikan yang hidup di dasar laut. Koloni ikan akan tinggal di fish apartement untuk stok sumber daya ikan yang diharapkan sebagai lumbung nelayan dalam penangkapan ikan.

“Tapi perlu ada komitmen kuat dan kekompakan di antara nelayan dalam mengelola fish apartement tersebut. Mereka hanya bisa menangkap pada radius tertentu saja, seperti yang telah dilakukan para nelayan di Cirebon,” beber Kodir.

Taufik, nelayan asal Mandrajaya Kecamatan Ciemas, mengatakan keberangkatannya ke Kabupaten Cirebon merupakan kali kedua diikutinya. Sebelumnya, dua tahun lalu ia pun diikutsertakan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sukabumi ke lokasi yang sama.

“Harus diakui, Cirebon pertama di Jawa Barat yang menerapkan fish apartement hingga sekarang. Mudah-mudahan kaji terap fish apartement ini bisa dilakukan juga nelayan di Kabupaten Sukabumi,” tandas Taufik yang juga anggota Kelompok Masyarakat Konservasi (Pokmasi) Mandrajaya ini. (adv)

Reporter:   Indra Sopyan
Editor:   Bondan Prakoso