Sah! Suspension Bridge Situ Gunung Diresmikan Luhut Binsar Panjaitan

MENKO Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan besrama Bupati Sukabumi Marwan Hamami usai peresmian Jembatan Gantung Situ Gunung, Sabtu (9/3/2019). Foto: Istimewa

SUKABUMI | MAGNETINDONESIA.CO – Jembatan Gantung Situ Gunung atau Suspension Bridge Situ Gunung di Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi, yang disebut-sebut terpanjang di Asia Tenggara, akhirnya diresmikan. Jembatan Gantung Situ Gunung memiliki panjang 243 meter dan lebar 1,2 meter.

“Keindahan alam dan potensi Sukabumi ini memang sangat yang luar biasa. Pemerintah dan Presiden memberikan perhatian lebih bagi Kabupaten Sukabumi supaya pembangunan infrastruktur di daerah ini bisa berjalan baik dan berkelanjutan,” kata Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan, usai meresmikan Jembatan Gantung Situ Gunung, Sabtu (9/3/2019).

Pemerintah, kata Luhut, telah membuat program percepatan pembangunan di daerah, termasuk di Kabupaten Sukabumi. Satu di antaranya percepatan pembangunan tol Bogor-Ciawi-Sukabumi alias Bocimi. Pemerintah menargetkan penyelesian tol Bocimi pada 2021.

“Pembangunan Seksi I sudah selesai. Sekarang tinggal merampungkan tiga seksi lagi. Targetnya 2021 selesai,” jelasnya.

Percepatan pembangunan itu sebagai upaya dukungan pemerintah terhadap pariwisata di Kabupaten Sukabumi. Apalagi potensi alam Kabupaten Sukabumi sangat bagus dan indah.

“Orang tidak akan datang ke sini kalau akses (infrastruktur) jalan tidak bagus,” ucap Luhut.

Selain itu, Luhut juga menginginkan wilayah Ujunggenteng, Banten, dan Sukabumi dapat terkoneksi dengan infrastruktur jalan maupun pelabuhan. Sehingga pariwisata di Kabupaten Sukabumi bisa menyerupai Bali karena didukung infrastruktur yang baik.

Bupati Sukabumi Marwan Hamami meminta Menko Bidang Kemaritiman supaya mendorong pembangunan lanjutan di Kabupaten Sukabumi. Terutama pembangunan jalan tol, jalur ganda kereta api, bandara, dan pelabuan pengumpan regional.

“Termasuk Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Kecamatan Cikidang dimohon segera ditetapkan Presiden,” kata Marwan.

Selain pengembangan kawasan wisata, Pemkab Sukabumi juga sudah melakukan pengembangan di sektor pertanian dan peternakan bekerja sama dengan IPB. Upayanya dengan membuat sekolah lapangan dan pengembangan peternakan sapi.

“Ke depan, Palabuhanratu juga harus jadi ratu-nya daerah di Indonesia. Namun Palabuhanratu tidak mungkin berkembang kalau tidak didukung dengan pemerataan infrastruktur,” jelasnya. (adv)

Reporter:   Kemal Vasha
Editor:   Bondan Prakoso