“Salah satu pemicu berkembangnya potensi anak itu karena ditunjang fasilitas yang bagus. Potensi secara skill maupun perkembangan otak anak akan meningkat ketika berada di fasilitas lapang sepakbola yang bagus,” ujarnya.
Atep menaruh harapan besar agar ke depan ada keterlibatan pemerintah untuk membangun lapangan-lapangan sepakbola yang mumpuni. Bagi Atep bukan keniscayaan Kabupaten Cianjur bisa melakukannya karena sudah ada dukungan dari swasta.
Owner BMS, Dahnial Darmawan, berharap hadirnya BMS bisa ikut membantu memfasilitasi pengembangan bakat dan potensi sepakbola di kalangan anak-anak maupun remaja. Di zaman sekarang, kata Dahnial, pengaruh buruk dari teknologi bukan tidak mungkin akan terus berjalan masif.
“Dengan adanya fasilitas olahraga ini kami berupaya membantu menyalurkan kepada kegiatan yang lebih positif. Mereka tak hanya menjadi generasi sehat, tapi juga berprestasi,” tuturnya.
Dalam waktu dekat akan digelar kompetisi BMS Cup 2019. Rencananya turnamen sepakbola minisoccer itu akan digelar pada 9 Januari tahun depan. (adv)
Reporter:Â Â Ade Hidayat
Editor:Â Â Bondan Prakoso









