Bupati Sukabumi Sampaikan Empat Rancangan Perda

BUPATI Sukabumi, Marwan Hamami, menandatangani nota pengesahan empat raperda di sela-sela sidang paripurna DPRD Kabupaten Sukabumi, Jumat (30/11/2018). Foto: Istimewa

SUKABUMI | MAGNETINDONESIA.CO – Bupati Sukabumi, Marwan Hamami, menyampaikan empat rancangan perda dalam rapat paripurna di Ruang Sidang Utama DPRD Kabupaten Sukabumi, Jumat (30/11/2018).

Empat raperda itu yakni APBD tahun anggaran 2019, Hari Jadi Kabupaten Sukabumi, Perusahaan Umum Daerah Pesona Pariwisata, dan Penyertaan Modal Daerah kepada Perusahaan Umum Daerah Air Minum.

Soal Raperda APBD 2019, menurut Marwan, penyusunan Rancangan APBD ini telah disesuaikan dengan arah kebijakan pokok pembangunan Kabupaten Sukabumi yang merupakan prioritas dan tertuang dalam Kebijakan Umum Anggaran-Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) TA 2019. Penyusunannya terstruktur terdiri dari pendapatan, belanja, dan pembiayaan.

“Ini untuk mengakomodasi kepentingan pelayanan kepada warga Kabupaten Sukabumi,” kata Marwan.

Menyangkut Hari Jadi Kabupaten Sukabumi, Marwan mengatakan, dalam perspektif hukum, Hari Jadi Kabupaten Sukabumi ditetapkan pada 1 Oktober 1945. Penetapannya berdasarkan Keputusan DPRD Kabupaten Sukabumi Nomor 02/1993 tentang Penetapan Hari Jadi Kabupaten Sukabumi.

Namun setelah diterlusuri dari sejarah, dokumentasi, dan studi komparasi dengan pendekatam landasan filosofis, sosiologis, dan yuridis, berdasarkan hasil penelusuran sejarah, Kabupaten Sukabumi disebut dalam ketetapan Gubernur P MIJER pada 10 September 1870 yang termuat dalam Staatsblad Van Nederlands-Indie Over Jaar 1870 Nomor 121 yang membagi kabupaten/afdeeling Cianjur menjadi 2 wilayah yakni afdeeling Cianjur dan afdeeling Sukabumi. Sehingga berdasarkan fakta dan data sejarah tersebut, pada 10 September 1870 lebih tepat sebagai Hari Jadi Kabupaten Sukabumi.

“Nanti peringatan Hari Jadi Kabupaten Sukabumi pada 10 September,” tegasnya.

Sementara Raperda Perusahaan Umum Daerah Pesona Pariwisata, Marwan menjelaskan, dalam rangka mendorong pembangunan daerah. Peran BUMD sebagai sebagai pelaksana pelayanan publik, penyeimbang kekuatan pasar dan turut membantu pengembangan usaha mikro, kecil dan menengah.

“Saya berharap setelah Perda Perusahaan Umum Daerah Pesona Pariwisata ditetapkan, kinerja Perumda Pesona Pariwisata semakin meningkat sekaligus juga dapat berkontribusi untuk kesejahteraan masyarakat Kabupaten Sukabumi,” ucapnya.

Mengenai Raperda Penyertaan Modal Daerah Perumdam Tirta Jaya Mandiri, Marwan berharap dapat meningkatkan kinerja sesuai dengan maksud dan tujuan dari pemberian penyertaan modal daerah yaitu untuk memperkuat struktur permodalan, meningkatkan kualitas, kuantitas, kontinuitas, keterjangkauan dan cakupan pelayanan air minum kepada masyarakat.

“Termasuk meningkatkan kualitas pengelolaan, pelayanan, kinerja serta daya saing perusahaan, menciptakan lapangan kerja dan kesejahteraan masyarakat, serta meningkatkan pendapatan asli daerah,” tandasnya.

Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Agus Mulyadi mengaku, agenda rapat paripurna penyampaian empat raperda ini merupakan yang terakhir pada 2018. Karena itu, keempat raperda yang telah disetujui DPRD harus segera disampaikan ke Gubernur Jawa Barat.

“Sebelum akhir tahun ini, kita telah mengesahkan keempat raperda usulan eksekutif menjadi perda. Karena kita tidak punya jadwal agenda rapat paripurna lagi,” singkat Agus.

Reporter:   Yana Suryana 
Editor:   Sulaeman