Relawan Jokowi-Amin Silaturahmi ke Ketua PC Nahdlatul Ulama Cianjur

KETUA PC NU Kabupaten Cianjur, KH Choirul Anam MZD (tengah) berfoto bersama Pusat Relawan Jokowi-Amin Kabupaten Cianjur. Magnet Indonesia Online

CIANJUR | MAGNETINDONESIA.CO – Pusat Relawan Jokowi-Ma’ruf Amin Kabupaten Cianjur bersilaturahmi ke Ketua PC Nahdlatul Ulama setempat, Kamis (29/11/2018) petang. Kedatangan mereka tak lain ingin menyamakan persepsi dan bersinergis dalam menjaga keutuhan NKRI.

“Intinya, kami ingin bersama-sama menolak segala bentuk faham-faham radikalisme, intoleransi, maupun terorisme yang saat ini senantiasa yang jadi ancaman terhadap keutuhan NKRI, berbangsa, dan bernegara,” jelas Ketua Pusat Relawan Jokowi-Ma’ruf Amin Kabupaten Cianjur, Daseng Hakimi.

Apalagi, kata Daseng, tahun ini bersamaan menjelang Pemilu 2019 jangan sampai terjadi pelaksanaan demokrasi direcoki dengan hal-hal yang bisa memecah-belah persatuan dan kesatuan.

“Pemilu bisa dilakukan dengan cara-cara yang damai, santun, dan tak menyebar hoaks,” tegasnya.

Dari hasil silaturahmi dengan Ketua PC NU Kabupaten Cianjur KH Choirul Anam MZD disepakati akan diagendakan tabligh akbar dengan mengundang Habib Luthfi.

“Acaranya kami rencanakan digelar Februari. Mudah-mudahan hasil sinergitas ini bisa menjadi pemersatu umat dan memperat silaturahmi,” tandas Daseng.

Ketua PC NU Kabupaten Cianjur, KH Choirul Anam MZD, mengimbau seluruh keluarga besar maupun badan otonom (banom) tak ikut-ikutan aksi reuni 212. Ada beragam alasan yang menjadi dasar pertimbangan penegasan terhadap imbauan tersebut.

“Pertama, kami (NU) tidak punya kepentingan terhadap aksi itu. Kemudian NU memandang ini tahun politik. Jangan sampai nanti pada akhirnya ditarik-tarik ke wilayah politik,” tegas Choirul.

Kekhawatiran Choirul memang cukup beralasan. Pasalnya, bersamaan tahun politik apapun bisa dipolitisasi. Bagi Choirul, semua harus sesuai porsinya.

“Kalau dakwah ya dakwah, kalau kultural ya kultural, kalau politik ya politik. Jelas salurannya. Kalau politik, medianya jelas yaitu kampanye. Jangan sampai satu event dipakai kepentingan politik kelompok tertentu. Itu saja sih intinya,” jelasnya.

Reporter:   Ade Solehudin
Editor:   Bondan Prakoso