Personel Damkar Beri Kejutan Anak Disabilitas yang Bercita-cita Ingin Jadi Petugas Pemadam Kebakaran

PERSONEL pemadam kebakaran memberikan pelatihan cara memadamkan api menggunakan water canon kepada Adul di halaman SDN 10 Cibadak, Sabtu (17/11/2018). Magnet Indonesia Online

SUKABUMI | MAGNETINDONESIA.CO – Mukhlis Abdul Kholik alias Adul jadi sosok bocah fenomenal. Dalam keterbatasan fisik yang dimilikinya, pelajar kelas 3 SDN 10 Cibadak, Kabupaten Sukabumi itu tetap gigih bersekolah.

Hampir setiap hari Adul merangkak dari rumahnya di Kampung Ciliwul Atas RT 01/01, Desa Sekarwangi, Kecamatan Cibadak menuju sekolahnya sejauh lebih kurang 3 kilometer. Jalan yang ditempuhnya pun cukup terjal lantaran rumahnya berada di kaki Gunung Walat yang notabene kawasan perbukitan. Perjuangannya itu ditempuh karena satu cita-cita. Adul ingin menjadi petugas pemadam kebakaran.

Keinginan putra bungsu pasangan Dadan Hamdani dan Pipin itu pun direspons cepat petugas Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Sukabumi. Sejumlah personel Dinas Pemadam Kebakaran mendatangi SDN 10 Cibadak berikut armada mobil pemadam kebakaran untuk memberikan kejutan kepada Adul.

“Hari ini tim kami mendatangi sekolah Adul. Kami terinspirasi menyaksikan kegigihannya dengan keterbatasan fisik merangkak kaki sejauh 3 kilometer hanya sekadar ingin menimba ilmu di sekolah,” ungkap Kasi Sarana dan Prasarana Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Sukabumi, Yudi Darmawan, kepada Magnet Indonesia Online di sela-sela kunjungan ke SDN 10 Cibadak, Sabtu (17/11/2018).

Selain memberikan kejutan, para personel Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Sukabumi juga menyerahkan bantuan kepada Adul. Bantuan itu berasal dari urunan para personel Dinas Pemadam Kebakaran di antaranya dari Kasi Sarana dan Prasarana, Posko I Cisaat, dan Posko II Cibadak. Bantuannya berupa uang, jaket pemadam kebakaran anak, alat tulis, tas, sepatu dan seragam sekolah, serta makanan bergizi.

“Alhamdulillah kami juga bisa memberikan bantuan buat Adul,” sebut Yudi.

Yudi kagum dengan cita-cita Adul yang ingin menjadi petugas pemadam kebakaran. Pasalnya, sangat jarang ada anak kecil dan penyandang disabilitas yang memiliki cita-cita jadi petugas pemadam kebakaran.

“Dengan keterbatasan fisik, Adul punya cita-cita ingin jadi petugas pemadam kebakaran. Saya salut dengan dia. Makanya, jaket pemadam kebakaran anak saya berikan supaya nanti bisa mengenal lebih jauh tugas, pokok, dan fungsi pemadam kebakaran,” cetus Yudi.

Yudi mengaku akan terus memotivasi Adul agar bisa mewujudkan cita-citanya kelak meskipun memiliki keterbatasan fisik.

“Nanti akan saya beri buku panduan mengenai pencegahan, penanggulangan, dan penanganan pra maupun pascakebakaran,” ujarnya.

Reporter:     Heri Suryadi
Editor:    Bondan Prakoso