Ribuan Petani Keramba Jaring Apung Cianjur Unjuk Rasa ke DPRD

RIBUAN petani Keramba Jaring Apung (KJA) Jangari Cianjur berunjuk rasa ke DPRD menolak ditertibkannya ladang usaha mereka. Magnet Indonesia Online

CIANJUR | MAGNETINDONESIA.CO – Hendrawan berteriak lantang di halaman Gedung DPRD Kabupaten Cianjur, Rabu (14/11/2018). Koordinator aksi unjuk rasa ribuan petani keramba jaring apung (KJA) itu menyerukan penolakan dilakukannya penertiban terhadap petak KJA di perairan Jangari di Desa Bobojong, Kecamatan Mande.

“Kami menolak ditertibkannya keramba jaring apung,” teriak Hendrawan di balik moncong megaphone.

Aksi penertiban KJA, lanjut Hendrawan, berdampak terhadap banyaknya petani yang menganggur. Padahal, dari usaha keramba jaring apung itu mereka menggantungkan hidup bagi keluarga.

“Sekarang dengan ditertibkannya KJA, hampir 1 ribuan petani menganggur. Bagaimana nasib mereka menghidupi anak dan istri?,” tuturnya.

Kedatangan mereka ke gedung DPRD Kabupaten Cianjur mengadukan nasib dengan adanya kebijakan tersebut. Mereka meminta agar para wakil rakyat bisa menampung aspirasinya.

Jumlah KJA di Waduk Jangari lebih kurang 10 ribuan petak. Setelah adanya kebijakan penertiban, jumlah KJA sekarang dibatasi jadi sekitar 5 ribuan petak.

“Kami tetap akan mempertahankan agar tak ada penertiban KJA,” jelasnya.

Sejumlah perwakilan massa beraudiensi dengan para wakil rakyat serta Dandim 0608 Cianjur Letkol Hidayati serta Komandan Sektor 10-11 Kolonel Satrio.

Reporter:    Yana Suryana
Editor:    Bondan Prakoso