Ratusan Buruh PT LSG Belum Terdaftar sebagai Peserta BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan

PINTU gerbang PT Lydia Sola Gracia. Magnet Indonesia Online/Yusuf Larjoko

SUKABUMI | MAGNETINDONESIA.CO – Sebagian besar buruh pabrik PT Lidya Sola Gracia (LSG) diduga belum terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan dan Kesehatan. Perusahaan produsen garmen yang beralamat di Jalan Raya Parungkuda-Sukabumi, Desa Bojongkokosan, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, itu ditengarai hanya mendaftarkan seperempat dari ratusan karyawannya sebagai peserta BPJS.

“Memang betul karyawan PT LSG belum semuanya terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan dan Kesehatan. Saya juga belum didaftarkan,” kata salah seorang karyawan pabrik garmen PT LSG yang enggan disebutkan namanya, Rabu (14/11/2018).

Ia mengaku sudah hampir satu tahun bekerja di perusahaan tersebut. Namun seiring berjalannya waktu, hingga kini tak pernah dilakukan pendataan kepesertaan BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan.

“Pihak manajemen belum mendata,” tegasnya.

Jumlah pegawai di PT Lidya Sola Gracia sekitar 300 orang. Kabarnya, pihak BPJS telah melakukan audit ke pabrik garmen tersebut.

Dari hasil audit kepesertaan jaminan sosial bagi tenaga kerja di perusahaan itu baru seperempat karyawan pabrik yang terdaftar sebagai peserta BPJS.

Human Resources Departement (HRD) PT Lidya Sola Gracia, Abid, mengaku belum bisa sepenuhnya mendaftarkan karyawannya sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan dan Kesehatan. Kondisi itu dipicu masalah keuangan perusahaan yang belum stabil.

“Sudah ada pendataan dari BPJS. Tapi kami dengan BPJS punya kesepakatan, masalah pendaftaran karyawan akan dilakukan secara bertahap. Ini didasari pertimbangan perusahaan keluarga bukan perusahaan besar. Jadi kalau didaftarkan semuanya, nanti karyawan nggak bisa gajian,” ungkapnya.

Selain masalah keuangan, kata Abid, faktor lainnya selama ini karyawan di perusahaan tersebut sering keluar-masuk.

“Masa karyawan baru masuk langsung kami daftarkan sebagai peserta BPJS. Pastinya kami prioritaskan karyawan lama dulu. Itu juga didaftarkan bertahap,” ucapnya.

Kontributor:    Yusuf Larjoko
Editor:    Bondan Prakoso