Warga Binaan Panti Aura Welas Asih Ikut Datangi PSBL Phalamartha

PULUHAN ODGJ yang dirawat di Panti Aura Welas Asih Palabuhanratu mendatangi BRSPD PSBL Phalamartha, Jalan Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Jumat (9/11/2018). Magnet Indonesia Online

SUKABUMI | MAGNETINDONESIA.CO – Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas (BRSPD) Panti Sosial Bina Laras (PSBL) Phalamartha, Jalan Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, didatangi puluhan warga binaan dan pengurus Panti Aura Welas Asih Palabuhanratu, Jumat (9/11/2018). Mereka menggelar aksi damai di depan halaman sekaligus menyerahkan 80 orang dengan gangguan jiwa (ODJG) telantar kepada BRSPD PSBL Phalamartha untuk ditangani.

“Keberadaan mereka (ODGJ) bukan sampah meski fisiknya terganggu. Mereka juga harus mendapatkan kesetaraan, punya hak untuk mendapatkan kesejahteraan sosial,” kata Kepala Panti Aura Welas Asih Palabuhanratu, Denny Solang, di sela-sela audensi dengan pengurus BRSPD PSBL Phalamartha.

Dalam kesempatan itu, Denny menuntut perhatian Kementerian Sosial terhadap ODGJ dan pasien lanjut usia telantar yang saat ini sedang dirawat di Panti Aura Welas Asih. Mereka, tegas Denny, harus mendapat hak yang dilindungi undang-undang.

Kalaupun 80 ODGJ telantar itu dikembalikan lagi ke Panti Aura Welas Asih, Denny meminta Kemensos perlu memikirkan kebutuhan sehari-hari mereka. Misalnya hak makan sebesar Rp15 ribu per orang/hari/tahun, hak mendapatkan alas tidur, hak mendapatkan tambahan nutrisi Rp5 ribu/orang/hari/tahun, serta hak mendapatkan kaus dan pakaian yang layak dan bersih per orang sebanyak 2 buah selama setahun

“Hak mereka itu harus diserahkan ke kami per bulan maupun per tahun dan tidak terlambat dalam pendistribusiannya,” ujarnya.

Kepala PSBL Phalamartha, Neni Riawati, mengaku sekitar Mei lalu sudah menandatangani kerja sama dengan Panti Aura Welas Asih. Satu di antara poin kerja sama itu pemberian bantuan sebesar Rp83 juta dan berbagai macam kegiatan lainnya yang merupakan bantuan dari Kemensos.

“Kami bersedia menerima ODGJ telantar dari Panti Aura Welas Asih. Namun izin operasional panti dianggap selesai. Bisa juga kami berikan bantuan rutin kepada Panti Aura Welas Asih. Hanya saja, kalau bantuan itu selalu ada keterlambatan distribusi karena prosedurnya harus ditempuh, jadi memakan waktu lama,” ungkapnya.

Dari audensi itu menghasilkan kesepakatan yaitu penanganan ODGJ telantar tetap dirawat di Panti Aura Welas Asih. Sementara PSBL Phalamartha memberikan bantuan dana sebesar Rp49.700.000 ke Panti Aura Welas Asih

Kontributor:    Asdut
Editor:    Bondan Prakoso