Volume Sampah di Kabupaten Sukabumi Capai 4.785 Meter Kubik per Hari

Ilustrasi Bank Sampah. IST

SUKABUMI | MAGNETINDONESIA.CO – Volume sampah di Kabupaten Sukabumi rata-rata mencapai 4.785 meter kubik per hari. Sampah tersebut di antaranya dihasilkan dari rumah tangga, pertanian, perkantoran, perusahaan, hotel, restoran, rumah sakit, dan pasar.

“Data jumlah populasi penduduk pada 2017 di Kabupaten Sukabumi sebanyak 2.523.992 jiwa atau 870.708 kepala keluarga yang terbagi di 381 desa dan 5 kelurahan. Jadi, sampah yang terbuang dari hasil aktivitas manusia itu 1,9 liter per orang/hari atau 4.785 meter kubik per hari,” jelas Kepala Bidang Kebersihan Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Kebersihan (Perkimsih) Kabupaten Sukabumi, Denis Eriska, kepada Magnet Indonesia Online, Selasa (6/11/2018).

Denis menuturkan relatif tingginya volume sampah tentunya jadi pekerjaan rumah yang mesti diselesaikan. Butuh solusi mengelola sampah agar maksimal.

“Populasi dan kegiatan ekonomi masyarakat adalah faktor lain meningkatnya volume sampah maupun limbah setiap harinya,” ucap dia.

Lokasi pembuangan sampah di Kabupaten Sukabumi saat ini di TPA Cimenteng, Kecamatan Cikembar, nyaris melebihi kapasitas. Untuk mengatasinya, Dinas Perkimsih tak bosan-bosannya mengingatkan masyarakat agar memilah dan memilih sampah untuk mengurangi volume sampah.

“Sampah bisa menjadi penghasilan karena bernilai ekonomis. Pengelolaan sampah dilakukan dengan pola reuse, reduce, dan recycle. Ada juga Bank Sampah yang bisa dimanfaatkan maksimal masyarakat,” terangnya.

Bank Sampah merupakan sebuah konsep pengumpulan sampah kering yang berasal dari rumah tangga. Kegiatan itu juga dapat memaksimalkan partisipasi masyarakat dan menambah nilai ekonomi dari sampah.

“Bank Sampah itu sebagai solusi reduksi sampah di tingkat masyarakat dan bagian dari sistem rantai pengumpulan sampah terintegrasi. Mulai sekarang, mari mengubah perilaku dari diri sendiri, kenali jenis sampah, pemilahan sampah, serta cintai lingkungan,” pungkasnya.

Reporter:    Giri Trisna Martin
Editor:    Bondan Prakoso