Penanggulangan Angka Kemiskinan di Jawa Barat Jadi Skala Prioritas Pemprov

WAKIL Bupati Sukabumi, Adjo Sardjono, mengikuti Rakor Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Jawa Barat di ruang sidang Ir Soehoed Warnaen Lantai 3 Kantor Bappeda Provinsi Jawa Barat, Kota Bandung, Senin (5/11/2018). Foto: IST

BANDUNG | MAGNETINDONESIA.CO – Wakil Bupati Sukabumi, Adjo Sardjono, mengikuti Rapat Koordinasi Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Jawa Barat di ruang rapat Kantor Bappeda Provinsi Jawa Barat, Kota Bandung, Senin (5/11/2018).

Rapat yang dibuka Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum itu intinya untuk penanggulangan angka kemiskinan di Jawa Barat dengan cara menyejahterakan masyarakat.

“Kami menyambut baik upaya dalam pengentasan masyarakat dari kemiskinan. Kami sudah sampaikan data jumlah kemiskinan di Kabupaten Sukabumi agar segera bisa tertangani. Paling tidak bisa diminimalkan jumlahnya setiap tahun,” kata Adjo.

Namun begitu, lanjut dia, Pemkab Sukabumi juga tak tinggal diam menggulirkan program pengentasan kemiskinan. Program itu dilakukan baik dari sektor pendidikan, kesehatan, juga bantuan sosial lainnya.

“Sektor ekonomi kreatif masyarakat juga perlu ditingkatkan sehingga dapat mengangkat derajat dan status sosial mereka,” jelasnya.

Salah satu program pengentasan kemiskinan dilakukan melalui Gerakan Membangun Desa (Gerbang Desa). Program itu mendorong pengurangan angka kemiskinan dan pengangguran.

“Program Gerbang Desa dilakukan melalui peningkatan infrastruktur jalan, baik berstatus provinsi, kabupaten, maupun jalan desa. Itu harus dibangun terus sehingga kendala transportasi dan komunikasi tertanggulangi,” pungkasnya.

Wagub Jabar, Uu Ruzhanul Ulum, mengatakan Pemprov Jawa Barat memiliki skala prioritas menyelesaikan kemiskinan. Salah satunya melalui pembangunan infrastruktur, irigasi dan UMKM, serta pembentukan unit penanggulangan cepat kemiskinan (UPCK) khusus bidang kesehatan dan pendidikan.

Reporter:    Abuy
Editor:    Hafiz Nurachman