Ribuan Santri Ikut Kemah Bakti Santri untuk Negeri di Cibodas

SEJUMLAH anggota DPR RI ikut bersama ribuan santri dalam kegiatan Kemah Bakti Santri untuk Negeri yang digelar PCNU Kabupaten Cianjur di Lapang Singabarong Bumi Perkemahan Cibodas, Sabtu (3/11/2018). Magnet Indonesia Online

CIANJUR | MAGNETINDONESIA.CO – Ribuan santri mengikuti Kemah Bakti Santri untuk Negeri dan Jalan Sehat PC Nahdlatul Ulama Kabupaten Cianjur di Lapang Singabarong Bumi Perkemahan Pramuka Cibodas. Kegiatan yang berlangsung sejak Jumat (2/11/018) hingga Sabtu (3/11/2018) itu, selain diisi perkemahan dan jalan santai, juga digelar sarasehan, dan deklarasi santri perangi Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT).

Hadir dalam kegiatan tersebut anggota DPR RI dan caleg DPR RI dari dapil Jabar 3. Mereka adalah Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz (anggota DPR RI Fraksi PKB), Joko Purwanto (anggota DPR RI Fraksi PPP), dan Deding Ishak (anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar) serta Budi Setyawan (caleg DPR RI dari Partai Golkar).

Budi Setyawan menegaskan santri jangan mau dijadikan kendaraan politik partai, tetapi mereka harus menjadi bagian dari kemajuan bernegara. Karena itu, kata Budi, santri juga harus berperan dalam menegakkan pondasi kenegaraan.

“Santri juga harus tegas dalam memerangi penyakit masyarakat yang mengganggu stabilitas negara. Misalnya masalah LGBT,” ujar Budi kepada wartawan, Sabtu (3/11/2018).

Sementara itu anggota DPR dari Fraksi PKB, Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz, mengatakan diperingatinya Hari Santri Nasional dilatarbelakangi penghargaan terhadap jasa ulama dan santri yang ikut berjihad melawan penjajah. Karena itu lantas dicetuskan gerakan resolusi jihad.

“Resolusi jihad merupakan perintah melawan penjajah. Resolusi jihad ini agar senantiasa mencintai Indonesia dan melawan kezaliman,” kata Eem.

Saat ini pun, lanjut Eem, santri harus bisa melaksanakan resolusi jihad. Tapi sekarang arahnya lebih kepada jihad melawan kebodohan, jihad melawan hoaks, dan jihad melawan perpecahan.

“Jangan sampai kita dipecah-belah karena kebodohan dan hoaks,” pungkas Eem.

Reporter:    Imam Mustofa
Editor:    Bondan Prakoso